Jumat, 27 Februari 2009

Tugas Puisi dan Pantun

silahkan buat tau cri di google puisi dan pantun minimal 2 bait!

 

 

selamat mengerjakan

6 komentar:

  1. Puisi:EMBUN dipagi hari
    Diposting oleh whandie .
    Kategori: Puisi Persahabatan

    Dahan hati yg dulu lapuk
    Kini tiada lagi
    Musnah bersama angan dan angin malam
    Hadirmu bagai embun di pagi hari
    Sejukkan jiwa yg lara
    Ijinkan aku merawat hatimu....

    Rinai hujan malam ini, baluti hati yg sepi
    Ku ingin pergi melangkah mencari bahagia sejati
    Meski lelah ini kubawa sampai mati
    Kukan terus berjalan telusuri sepi

    Pandangi bulan diatasmu
    Meski tinggi tuk digapai
    Namun cahayanya menerpa wajahmu
    Kujauh darimu, namun cahaya kasihku ‘gak akan pudar menerpa hatimu...

    Riak ombak hempaskan semua pilu dlm hatiku
    Hadirmu bagai samudera antarQ gapai citaQ
    Meski badai menghadang
    Namun cengkeram kasihmu slalu lindungi Q

    Gerimis senja antar Q mengenangmu
    Melewati hari bersama dalam kesedihan yg tak pernah usai
    Album ini kan slalu ada dlm hatiQ

    Ketika kebahagiaan datang menjemputmu
    Biarlah malam tempatku berkeluh
    Kan kuceritakan padanya akan sahabat terbaikku

    Kusandarkan lelah ini pada dinding malam
    Kuberjanji pada bintang kan slalu menemani dirimu, sahabatku

    Dari ujung kaki hingga ujung rambut aku mengagumimu
    Tidak hanya wajah tapi hatimu brsih bagai sutra
    Q ‘gak akan sia2kan apa yg Tuhan ‘dah beri
    Tuhan memberiku sodara skaligus sahabat sejati
    Jiwa dan raga ini sudah kuberikan untukmu
    Biarlah kelak Tuhan pula yg mengambilnya darimu...

    Dlm kepedihan yg tak bertepi, ijinkan kubersandar dicengkramanMu
    Dlm kegelisahan yg membelenggu jiwa, ijinkan aku memeluk AsmaMu
    Dlm getir kehidupankanku, ijinkan aku bersujud menyembahMu
    Dlm putus asa dan kehampaan, biarkan Engkau mengambil nyawaku...
    Tuhan, ampuni dosaku....

    Maafkan aku kawan
    Aku tdk bisa lama mendampingimu
    Meski hatiku tak pernah pergi jauh
    Tapi....
    Aku slalu berdoa untuk sukses dan bahagiamu
    Takkan ada lagi yg kan mengganggu tidurmu
    Meski hanya sekejap
    Jalani hari bersamamu
    Adalah saat terindah dlm hidupku
    Slamat tinggal sahabat
    Doaku menyertai langkahmu....

    Jika kamu bermimpi indah mungkin itu karena Q
    Jika kamu melihat bintang bersinar terang ingatlah Q
    Jika sedih menyelimuti hatimu kan kuhapus dengan seulas senyumQ yg paling manis

    Senja menanti malam memeluknya
    Merindu angin membelainya dan mengharap awan mengayun tidurnya
    Meski daun di pohon hati tlah berguguran
    Senja setia temani ombak lautan

    Ketika malam merangkak tinggalkan rembulan,
    Kumasih disini bersama angan
    Ketika wajahmu pergi tinggalkanku, kutetap disini menanti pagi
    Sampai lelah membawaku pergi
    Ku tak pernah berhenti menunggumu kembali
    Meski kepalsuan memaksamu untuk memilih
    Ku kan tetap disini memeluk mimpi.....

    Ini sulit u/ kukatakan
    Dan ini tak mungkin u/ kuucapkan
    Kesalahan slalu datang dan kebenaran tak pernah pergi meninggalkan kita
    Awal slalu berat dan akhir tak selamanya manis, maka bersyukurlah atas apa yg terjadi hari ini. Tuhan mencintaimu dan tak pernah berpaling darimu.....

    Embun pagi tak pernah lelah menantimu terbangun dr mimpi
    Meski pelangi menghalangi dan mentari enggan menyinari
    Dia kan slalu hadir disetiap pagi


    Pantun:Duka Cita

    Sinangis lauk ‘rang tiku
    Diatur dengan duri pandan
    Menangis duduk di pintu
    Melihat ayah pergi berjalan

    Lurus jalan ke Payakumbuh
    Kayu jati bertimbal jalan
    Dimana hati tidakkan rusuh
    Ibu mati bapak berjalan

    Kayu jati bertimbal jalan
    Turun angin patahlah dahan
    Ibu mati bapak berjalan
    Kemana untung diserahkan

    Besar buahnya pisang batu
    Jatuh melayang selaranya
    Saya ini anak piatu
    Sanak saudara tidak punya

    Hiu beli belanak beli
    Udang di Manggung beli pula
    Adik benci kakak pun benci
    Orang di kampung benci pula

    Nama: Cindy Atrihana
    Kelas: 8-1

    BalasHapus
  2. Puisi Untuk Sahabat Sejati

    Dalam setiap detik yang kita lalui,
    Mungkinkah kita tinggalkan sepi
    Dalam setiap indah yang terjalani
    Kitapun bersama
    Nyanyikan lagu abadi
    Yang tak terucapkan, namun terekam dalam hati

    Engkau bagai matahari dalam siangku dan bagai bintang yang hiasi malamku
    Cerita kita abadi
    Tak terekam namun tersimpan indah di dalam hati
    Karna kau yang jadikan malamku indah dan siangku cerah
    Untuk kau yang slalu di hati
    Kau yang bermakna "sahabat sejati"


    Pantun Jenaka

    Banyak sayur dijual di pasar
    Banyak juga menjual ikan
    Kalau kamu sudah lapar
    cepat cepatlah pergi makan

    Kalau harimau sedang mengaum
    Bunyinya sangat berirama
    Kalau ada ulangan umum
    Marilah kita belajar bersama

    Hati-hati menyeberang
    Jangan sampai titian patah
    Hati-hati di rantau orang
    Jangan sampai berbuat salah

    Manis jangan lekas ditelan
    Pahit jangan lekas dimuntahkan
    Mati semut karena manisan
    Manis itu bahaya makanan.

    Buah berangan dari Jawa
    Kain terjemur disampaian
    Jangan diri dapat kecewa
    Lihat contoh kiri dan kanan

    Di tepi kali saya menyinggah
    Menghilang penat menahan jerat
    Orang tua jangan disanggah
    Agar selamat dunia akhirat

    Tumbuh merata pohon tebu
    Pergi ke pasar membeli daging
    Banyak harta miskin ilmu
    Bagai rumah tidak berdinding

    Pinang muda dibelah dua
    Anak burung mati diranggah
    Dari muda sampai ke tua
    Ajaran baik jangan diubah

    Anak ayam turun sepuluh
    Mati satu tinggal sembilan
    Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
    Supaya engkau tidak ketinggalan

    Anak ayam turun sembilan
    Mati satu tinggal delapan
    Ilmu boleh sedikit ketinggalan
    Tapi jangan sampai putus harapan

    Anak ayam turun delapan
    Mati satu tinggal lah tujuh
    Hidup harus penuh harapan
    Jadikan itu jalan yang dituju

    Ada ubi ada talas
    Ada budi ada balas
    Sebab pulut santan binasa
    Sebab mulut badan merana

    Jalan kelam disangka terang
    Hati kelam disangka suci
    Akal pendek banyak dipandang
    Janganlah hati kita dikunci

    Bunga mawar bunga melati
    Kala dicium harum baunya
    Banyak cara sembuhkan hati
    Baca Quran paham maknanya

    Ilmu insan setitik embun
    Tiada umat sepandai Nabi
    Kala nyawa tinggal diubun
    Turutlah ilmu insan nan mati

    Ke hulu membuat pagar,
    Jangan terpotong batang durian;
    Cari guru tempat belajar,
    Supaya jangan sesal kemudian.

    Tiap nafas tiadalah kekal
    Siapkan bekal menjelang wafat
    Turutlah Nabi siapkan bekal
    Dengan sebar ilmu manfaat

    nama:dini handayani
    kelas: 8-1

    BalasHapus
  3. Puisi alam

    Bila angin
    kehilangan desirnya
    daun-daun kering
    takkan mau
    meluruhkan tubuhnya

    Bila langit
    kehilangan kebiruannya
    burung-burung
    takkan mau
    mengepakkan sayapnya

    Bila sungai
    kehilangan kejernihannya
    ikan-ikan
    takkan mau
    mengibaskan ekornya

    Bila bulan
    kehilangan sinarnya
    malam-malam
    akan gelap tanpa cahaya

    Bila hutan
    kehilangan pohon-pohon
    hewan-hewan
    kehilangan tempat tinggalnya

    Bila bukit
    kehilangan kehijauannya
    sungai-sungai
    akan kering selamanya

    Bila petani
    kehilangan sawah ladangnya
    kanak-kanak
    akan menitikkan air mata

    Bila manusia
    kehilang kemanusiaannya
    alam semesta
    akan tertimpa bencana
    dan bertanya angin kering
    "Perlukah memanusiakan manusia?".

    pantun

    Kau dambakan hidup di pepohon liar
    Kau julang megah diri menongkat langit
    Kau warnai diri dengan kehijauan alam
    Rimbun mu bak payung mahkota

    Hidup mu di padang tropika
    Asia, Madagaskar juga Afrika
    Saudara saudara sebangsa
    Melayu Keling Udang juga Cina

    Mat salleh punya angkara
    Piper betel linn ditukar nama
    Piperaceae punya keluarga
    Aku tetap aku, sirih kata ku

    Nama: Ade Irma
    Kelas: 8-1

    BalasHapus
  4. Puisi: Bunda


    Kupandang bintang bila merinduimu
    Harapan hati dirimu ria nan damai
    Do'a, air matamu tak henti kurasa
    Hari- hariku selalu bersamamamu

    Bunda,,,,,
    Dalam kegelapan engkau bersinar
    Penunjuk jalan setiap insan
    Tangisanmu tanda kasih sayang
    Murkamu bumi bergoncang

    Bunda....
    Kutak ingin menjadi sang durhaka
    Melalui tindak- tanduk juga bahasa
    Silahkan jaman bernari senang
    janganlah air mata berlinang

    Bunda....
    Belum ada baktiku untukmu
    Ada ianya belum seberapa
    Jiwa menangis tatkala bersujud
    Darah bergejolak karna dirimu


    Bunda,,,,
    Ampunilah dosa sibuah hati
    Biar bumi berhenti melaknati
    Sembah ananda selalu menjaga
    Moga tuhan mempertemukan kita

    pantun: tahan sagala

    idul adha memotong kambing
    dagingnya dibagi ke tetangga
    sungguh elok beristri sumbing
    walau marah tertawa jua

    hati siapa tiada gembira
    mendapat kabar kabar bahagia
    maksud hati hendak bertanya
    malah dibalas bertanya pula

    sorang anak bernyanyi ria
    sambil bernyanyi menari pula
    siapa yang tidak bakal tertawa
    disangka waras ternyata gila

    Nama: Ade Wirantika
    kelas: 8-1

    BalasHapus

  5. sahabat...

    sahabatku………
    seberat apapun masalahmu
    sekelam apapun beban hidupmu
    jangan pernah berlari darinya
    ataupun bersembunyi
    agar kau tak akan bertemu dengannya
    atau agar kau bisa menghindar darinya
    karena sahabat…..
    seberapa jauhpun kau berlari
    dan sedalam apapun kau bersembunyi
    dia pasti akan menemuimu
    dalam sebuah episode kehidupanmu
    sahabatku……
    alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
    persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
    dan mengkilapnya lantai nuranimu
    hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
    ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
    ditambah sedikit penganan keteguhan
    sahabat…….
    dengan begitu
    sepulangnya ia dari rumahmu
    akan kau dapati
    dirimu menjadi sosok yang tegar
    dalam semua keadaan
    dan kau pun akan mampu dan lebih berani
    untuk melewati lagi deraan kehidupan
    dan yakinlah sahabat……..
    kaupun akan semakin bisa bertahan
    kala badai cobaan itu menghantam

    BalasHapus
  6. sahabatku………
    seberat apapun masalahmu
    sekelam apapun beban hidupmu
    jangan pernah berlari darinya
    ataupun bersembunyi
    agar kau tak akan bertemu dengannya
    atau agar kau bisa menghindar darinya
    karena sahabat…..
    seberapa jauhpun kau berlari
    dan sedalam apapun kau bersembunyi
    dia pasti akan menemuimu
    dalam sebuah episode kehidupanmu
    sahabatku……
    alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
    persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
    dan mengkilapnya lantai nuranimu
    hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
    ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
    ditambah sedikit penganan keteguhan
    sahabat…….
    dengan begitu
    sepulangnya ia dari rumahmu
    akan kau dapati
    dirimu menjadi sosok yang tegar
    dalam semua keadaan
    dan kau pun akan mampu dan lebih berani
    untuk melewati lagi deraan kehidupan
    dan yakinlah sahabat……..
    kaupun akan semakin bisa bertahan
    kala badai cobaan itu menghantam

    8.2 dhini

    BalasHapus