Jumat, 30 November 2018

Kompak, Sinergi dan Prestasi

Pengertian Kompak, Sinergi dan Prestasi menurut Ustadzah Kiki dan Wahyu

KIKI RIZKI DIAH PRATIWI, S.Ag
                                              ( Juara I Guru Berprestasi tahun 2018 )


Kompak, menurut Titta M. Habibi adalah kebersamaan dalam suatu kegiatan atau perilaku untuk mencapai suatu tujuan.

Suatu lembaga pendidikan dapat dikatakan kompak, manakala seluruh warga sekolah sanggup dan mau menjalankan visi misi yang telah dirumuskan oleh sekolah berdasarkan musyawarah. Saling percaya, saling bekerjasama dan berjuang bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Sinergi adalah saling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mencapai hasil yang lebih  besar.
Dalam bidang akademik, keberhasilan seorang peserta didik tidak hanya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pendidik atau sekolah. Lingkungan keluarga sebenarnya adalah lingkungan pertama dan utama yang dikenal oleh anak. Lingkungan keluarga merupakan peletak dasar pembentukan kepribadian anak, bahkan sampai jenjang dewasa keluarga tetap memiliki peran yang besar pengaruhnya terhadap anak meskipun anak memiliki lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ini saling mempengaruhi dan saling bergantung satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, untuk menghasilkan sesuatu yang baik, maka ketiganya harus saling bersinergi, saling mendukung dan saling melengkapi sehingga dapat selaras dan sejalan.
Prestasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, dan sebagainya.
Untuk mencapai hasil yang baik (prestasi) suatu lembaga pendidikan harus dapat kerjasama, saling percaya, berjuang  bersama (kompak) dan saling mendukung serta melengkapi (sinergi). Inilah kunci keberhasilan yang akan dicapai oleh suatu lembaga pendidikan.**

WAHYU NOGROHO (MTS)
                                            ( Juara III  Siswa Berprestasi tahun 2018 )

Menurut Saya Kompak bermakna persatuan segala Aspek dan bukan sekedar persatuan melainkan persatuan yang didalamnya terdapat tujuan bersama dan manfaat bersama.
Sinergi bermakna membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dan sinergi juga saling mengisi dan saling melengkapi perbedaan untuk mencapai hasil yang  lebih besar.
Prestasi  kita sebagai pelajar mari berkarya dan berlomba dalam meraih cita-cita, dengan mengukir prestasi dengan memanfaat pasilitas yang tersedia di Kampus PKP ini.

Gambaran Umum Kurikulum Islamic Boarding School PKP

Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan menjadi sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan dalam kaitannya mencapai target yang diinginkan. Oleh karena itu, sistem pendidikan dalam Islamic Boarding School (PKP) menekankan dua  hal penting yaitu:
1.     Terkait metodologi pendidikan dan dan pengajaran Islam
2.     Terkait metode pelaksanaan pendidikan dan pengajaran kepada peserta didik.

Sistem pendidikan yang dilaksanakan berfokus pada tiga hal penting yaitu penguasaan bahasa Arab, Tahfidz al-Quran dan bahasa Inggris. Ketiga tujuan yang integral ini dimaksudkan untuk membentuk kepribadian santri berdasarkan nilai-nilai Quran dan ajaran Islam serta penguasaan kunci pengetahuan klasik dan modern dalam Islam yaitu bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai alat mendalami al-Quran dan ajaran Islam.
Dengan demikian diharapkan santri Boarding School PKP akan menjadi manusia muslim yang memiliki jiwa keislaman yang bertumpu pada nilai-nilai al-Quran dan Sunnah Rasul serta pengetahuan yang cukup mendalam sebagai dasar untuk pengembangan keislaman dimasa depan dalam memajukan masyarakat Islam. Adapun landasannya adalah Panca Jiwa santri yang menjadi dasar pendidikan para santri di banyak pesantren yaitu: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhwah Islamiyah dan Kebebasan (dalam bingkai Islam).
Dalam pengembangannya, Islamic Boarding School PKP akan mengembangkan sistem asrama, dimana kehidupan masyarakat yang sederhana akan dibangun. Oleh karena itu, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran seperti  kelompok olahraga, kesenian keterampilan, keilmuan, kepramukaan, organisasi santri serta segala sesuatu yang dibutuhkan seperti Bagian Kesehatan, Bagian Keamanan, Bagian Kesenian, Bagian Olahraga Koperasi Pelajar, Kantin, Koperasi Dapur dan lain sebagainya.
Selanjutnya, secara kurikulum terdapat beberapa pengelompokan seperti:
1.     Intra-Kurikuler: Dirasah Arabiyah (hal hal yang terkait dengan bahasa Arab atau ilmu-ilmu yang tercakup dalam bahasa Arab), Dirasah Islamiyah (ilmu-ilmu yang tercakup dalam studi Islam), Keguruan, Bahasa Inggris, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kewarganegaraan (keindonesiaan)
2.     Ko-Kurikuler: atau pengembangan diri dalam aspek kehidupan seperti Tahfids al Quran, Ibadah amaliyah sehari-hari, belajar tutorial), kajian kitab, pembinaan bahasa asing, pidato/diskusi tiga bahasa, penerbitan, seminar, dll.), Praktik dan Bimbingan (mengajar, etiket/sopan santun, dakwah).
3.     Ekstra Kurikuler meliputi Latihan dan praktik berorganisasi leadership, administrasi dan manajemen, kepramukaan, keterampilan, kesenian, kesehatan.

Adapun mata pelajaran yang akan dikembangkan terdiri dari dua katagori yaitu: 
1.     Kepesantrenan/Boarding School
Al-Qur’an (Tahfidz, Ilmu Tajwid, Ilmu Tafsir, Hifdlon, Tafsir), Al-Hadits (Mustholah Hadits, Shohih Bukhori, Bulughul Maram), Tauhid (Aqidah Ahlak), Syari’ah (Fiqh, Ushul Fiqh, Ilmu Mawaris, Masailul Fiqh), Bahasa Arab (Muhawarah, Nahu, Shorof, I’rob, Bayan, Badi, Ma’ani, Balaghoh, dan Mantiq), Tarikh Islam (Sejarah Islam), Mahfuzat (kata-kata mutiara para ulama), Muthala’ah bahasa Arab.

2.     Ilmu Pengetahuan Umum, Bahasa (Indonesia, Inggris), Matematika, PKN, Seni Budaya, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Ilmu Pendidikan, Olah Raga,dan  Komputer.

Namun demikian,  mengingat  Islamic Boarding School PKP merupakan rintisan awal namun telah memiliki sekolah sebelumnya, maka rencana ini akan dilakukan bertahap sampai tahun 2025. Oleh karena itulah, karena fokus Boarding School ini pada tiga hal utama yaitu Tahfidz al Qur’an, bahasa Arab dan bahasa Inggris, maka perlu strategi pelaksanaannya dengan mempertimbangkan alokasi waktu yang tersedia.
Saat ini, waktu yang akan digunakan santri masih terikat dengan Full Day School sampai sore hari. Waktu santri sejak pulang sekolah menjelang dan bangun tidur di perkirakan delapan jam, dan belum termasuk libur. Apabila satu hari delapan jam dan 24 jam untuk hari libur, maka bagi pengurus asrama perlu menekankan pentingnya penguatan Qur’an, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Oleh karena itulah, dalam upaya untuk mencapai target menguatkan bahasa Qur’an, bahasa Arab dan bahasa Inggris di tahun pertama Boarding School, maka fokus penguatannya akan ditekankan pada tiga hal tersebut. Sementara untuk pelajaran agama Islam sudah termasuk di sekolah dan dipengajaran Quran dan bahasa Arab

Postingan Populer