Senin, 20 Maret 2017

Menyibak Keajaiban Di Balik Wudhu



oleh Syarifah Soraya Al Haddad    

Wudhu adalah salah satu syariat Islam. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk   berwudhu sebelum mendirikan shalat lima waktu. (QS Al-Ma'idah [5]: 6). Sebab, wudhu merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah shalat oleh Allah. "Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kamu, hingga dia berwudhu." (HR Bukhari No 135, dan Muslim No 224-225).Secara umum, tujuan berwudhu adalah untuk membersihkan diri dari hadats.
Di balik tujuan tersebut, terkandung makna yang sangat dalam. Wudhu bukan hanya sekadar untuk kebersihan, tapi juga menyehatkan, baik fisik maupun psikis (kejiwaan), dunia ilmu kedokteran telah membuktikan khasiat wudhu.
Wudhu merupakan ibadah  sederhana, murah, dan mudah, bahkan terkadang dianggap sepele, ternyata terkandung hikmah yang sangat luar biasa. Wudhu menyimpan berbagai kemukjizatan yang mengagumkan. Bahkan, berapa banyak orang yang masuk Islam, karena Islam mengajarkan kebersihan dari ibadah yang bernama wudhu. Tak salah bila Allah mewajibkan syariat wudhu ini sejak 14 abad silam kepada umat Islam. Selain dari itu hikmah dan manfaat yang sangat besar. Bahkan, bila seseorang melaksanakan dan mengerjakan wudhu dengan baik dan benar, akan memberi manfaat bagi kesehatan umat.
Pada 1997, metode refleksi dan akunpunktur dianggap sebuah metode yang sangat rumit, karena banyaknya titik yang harus dipahami dan dihafalkan. Maka, seorang dokter yang bernama Gary Craig, asal Inggris, melakukan modifikasi tehnik akupunktur yang jumlahnya mencapai ribuan itu menjadi 18 titik. Ia menyebut teori modifikasi akupunktur ala Gary Craig ini dengan nama Emotional Freedom Technique (EFT). Tehnik yang digunakan untuk pengobatan adalah dengan cara mengetok (tapping). Kemudian pada tahun 2000-an, EFT ini dikembangkan lagi oleh Ahmad Faiz Zainuddin, alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan nama Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) teknik yang digunakan yaitu dengan cara mengetok (tapping). Dan jumlah titik yang diketok itu hanya ada 14. Dinamakan SEFT karena ia menggabungkan unsur do’a dan kalimat thayyibah dalam tehniknya ini. Sementara dengan berwudhu maka sesungguhnya umat telah merefleksi dirinya dengan menyentuh bagian–bagian syaraf penting, yang jika disentuh akan memberikan manfaat kesehatan.
Perintah membersihkan diri atau berwudhu, sebenarnya juga diajarkan dalam agama lain. Kaum Yahudi juga melaksanakan wudhu (atau yang serupa dengan wudhu) dan membersihkan diri sebelum beribadah kepada Allah. Demikian pula dalam ajaran Kristen dan Katolik. Hal ini tertulis dengan jelas dalam kitab Keluaran, Kejadian, Ulangan, dan lainnya. Bahkan, dalam ajaran kaum Sabian (Shabiin), yaitu pengikut Nabi Yahya AS, mereka juga melaksanakan wudhu sebelum shalat. Shalat kaum Sabian ini adalah menghadap ke kutub utara.
Karena itu, wudhu yang seringkali dianggap sepele, sebenarnya merupakan syariat yang harus dan wajib dikerjakan. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengerjakannya secara baik dan benar. Padahal, dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam agar menyempurnakan wudhunya. "Sempurnakanlah wudhumu, karena sesungguhnya aku (Rasul) akan mengenali kalian di hari kiamat nanti dari bekas wudhunya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar