Selasa, 17 April 2012

Jangan ‘Duakan’ Anak Anda dengan Ponsel Kesayangan

Tidak bisa lepas dengan yang namanya BBM-an, SMS-an atau hal-hal yang berhubungan dengan teknologi seringkali dialami oleh siapa saja, termasuk orang tua. Tidak jarang saat berbicara dengan anak, para orang tua melakukannya sembari tangannya sibuk di atas keypad ponsel. Apalagi dengan kemunculan situs jejaring yang membuat candu yakni Twitter dan Facebook, semua orang seakan-akan tersihir untuk selalu update dengan apa yang terjadi di dunia maya.

Mengecek timeline Twitter saat ngobrol dengan buah hati atau mengomentari postingan teman di Facebook ketika menyiapkan makan malam adalah hal yang tidak bisa dibiarkan berulang-ulang terjadi.

Apalagi dengan penelitian yang dilakukan oleh Stanford University, para orang tua yang memiliki kebiasaan di atas harus mempertimbangkannya lagi. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang berkutat dengan berbagai sumber yang disediakan oleh piranti-piranti elektrobik berkecenderungan untuk tidak fokus atau mengingat sesuatu sebaik orang yang melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Meletakkan atau mematikan sementara berbagai piranti elektronik saat anak Anda membutuhkan Anda juga penting bagi anak-anak terutama untuk perkembangan emosi dan kemampuan sosialnya. Jika anak sering menyaksikan Anda mengutak atik ponsel saat sedang bersamanya maka bisa jadi ia mengira sebuah ponsel lebih penting dibanding mereka. Bagi para orang tua yang merasa kecanduan dengan pirantinya, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dan lihat hasilnya nanti.

1. Waktu bertatap muka
Selalu sediakan waktu untuk berbicara secara tatap muka dengan anak-anak. Jangan lakukan hal lain saat Anda berbicara dengan mereka dan paksa mereka untuk menatap Anda ketika kalian berbincang. Jika Anda dan anak-anak mengerti bahwa tatap muka itu hal yang penting, maka mereka akan fokus alih-alih memberikan perhatian ke sekelilingnya.

2. Matikan media elektronik
Matikan televisi, telepon, komputer, game dan piranti elektronik lainnya yang berkemungkinan bisa menggangggu waktu bicara dengan buah hati. Pertimbangkan bahwa piranti-piranti elektronik tersebut bisa berisiko pada kesehatan sosial dan emosional anak.

3. Seimbangkan penggunaan media yang ada
Tidak apa-apa jika anak-anak berinteraksi dengan teman-teman mereka secara online bila mereka memang memiliki waktu untuk memakai teknologi tatap muka seperti video call atau skype.

4. Luangkan waktu untuk makan malam bersama keluarga
Usahakan Anda memiliki waktu untuk dinner bersama keluarga. Nah saat dinner, pastikan semua teknologi tidak ada di atas meja. Akan menjadi hal yang percuma jika Anda makan namun sambil SMS-an. Ajarkan pula hal ini pada anak-anak bahwa untuk ‘terhubung’, mereka harus ‘berhubungan’.

Sumber: CNN

3 Aplikasi untuk Melindungi Anak dari Cyberbully

Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Seiring dengan hal itu, penghinaan / pelecehan lewat internet (cyberbully) di kalangan anak-anak ataupun remaja pun semakin meningkat. Kini rumah bukan lagi dianggap tempat yang aman karena aksi cyberbully bisa dilancarkan lewat ponsel maupun komputer.

Menurut iSafe America Inc., 58% anak-anak melaporkan pernah mandapat perlakuan yang menyakitkan dari internet, dan 42% mengatakan mereka telah diintimidasi ketika online.

Anak-anak diketahui mengirimkan pesan berbahaya, memposting pesan sambil berpura-pura menjadi orang lain, memforward pesan pribadi, dan bahkan membuat website yang secara khusus dirancang untuk mengganggu temannya.

Lindungi anak Anda dari cyberbully. Sebelum anak Anda menjadi korban, berikut beberapa aplikasi yang dapat Anda download untuk membantu menghentikan cyberbully.

1. Bully block
Aplikasi cyberbully ini diperuntukkan untuk ponsel Android, bisa diperoleh dari Android Market dan Amaxon App Store. Aplikasi ini dibuat oleh Spy Parent. Bully Block diklaim dapat memblokir dan menjaring teks, panggilan serta gambar yang mengandung kata-kata yang tidak pantas. Terdapat pula fitur “instant reporting” yang nantinya akan mengirimkan pesan-pesan berbahaya tersebut melalui email atau SMS kepada orangtua, guru, atau polisi. Selain itu, Bully Block memiliki opsi “secret recording” yang dapat merekam setiap pelecehan yang terjadi setiap hari dari para pelaku bully.

2. Call Safety
Aplikasi ini dirancang untuk smartphone oleh Web Safety. Call Safety dapat mengeluarkan peringatan / pemberitahuan kepada orang tua setiap kali anak mereka mendapatkan pesan yang tidak pantas. Selain itu, aplikasi ini juga mampu memindai teks untuk mencari 4.000 kata berbeda yang dianggap bermasalah, yang mengindikasikan seorang anak dalam bahaya. Aplikasi ini juga memiliki fitur GPS tracking dan fitur yang melarang remaja SMS-an ketika mengemudi.

3. GoGoStat Parental Guidance
Ini adalah sebuah aplikasi web gratis dimana para orang tua dapat memantau aktivitas internet anak mereka. Anda dapat memantau postingan anak di Facebook. Program ini juga dapat mengeluarkan peringatan kepada orang tua ketika anak memposting foto dan profil yang tidak seharusnya dilihat publik. Dan ketika anak menambah teman baru, Anda juga bisa memantau usia dan lokasi teman barunya itu. Terdapat pula fitur “panic button” yang secara otomatis akan mengirimkan laporan kepada penegak hukum.

Sumber: Parentingsquad

Anak Makin Melek Internet? Berikut Panduan Wajib Dicatat!

Penggunaan internet oleh anak-anak patut mendapat bimbingan dari para orang tua untuk melindungi mereka dari konten-konten yang tidak selayaknya diakses. Bimbingan ini pun sebaiknya juga disesuaikan dengan usia mereka karena harus disadari bahwa makin bertambahnya usia, anak-anak makin melek internet. Berikut disajikan panduan yang dikeluarkan oleh The American Academy of Pediatricians (AAP) dan Microsoft untuk memudahkan orang tua mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak berdasarkan umur. Akan tetapi yang sebaiknya diingat ialah, panduan ini tidaklah harga mati di mana Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi anak Anda sendiri.

Kurang dari 10 Tahun

Lakukan pengawasan pada anak sampai mereka berusia 10 tahun. Meski Anda bisa memakai bantuan tools keamanan di internet untuk mengakses kegiatan online mereka dan terlibat dalam pemakaian internet anak-anak, namun akan lebih baik bila Anda duduk bersama mereka ketika berada di depan monitor. Berikut sejumlah tips yang bisa Anda terapkan pada buah hati yang berusia antara 2-10 tahun:
1. Ngobrol santai soal komputer pada anak-anak dan selalu siap serta terbuka pada setiap pertanyaan yang mereka ajukan, adalah langkah awal yang baik. Penuhi rasa penasaran mereka dengan diskusi sehat dan positif.
2. Ciptakan aturan pemakain internet.
3. Katakan pada mereka untuk tidak membagi informasi pribadi seperti nama asli, alamat, nomer telepon, atau password dengan orang yang mereka temui di online.
4. Jika ada situs yang menghimbau mereka agar menyetorkan nama, maka bantu anak-anak untuk menciptakan nama alias.
5. Semua anggota keluarga harus bisa menjadi panutan yang baik anak-anak yang masih baru di jagad maya.

Usia 11-14 tahun

Anak-anak yang memasuki usia ini sudah lebih mengerti internet. Namun, pengawasan dan pemonitoran harus tetap dilakukan untuk memastikan mereka tidak mengakses konten dewasa. Pastikan mereka juga benar-benar mengerti akan apa yang boleh dishare di internet dan apa yang tidak. Berikut sejumlah tips untuk Anda yang memiliki anak usia 11-14 tahun selain tips yang telah disebutkan sebelumnya:

1. Dorong anak Anda untuk bercerita jika mereka menjumpai sesuatu atau seseorang yang membuat mereka tidak nyaman atau terancam saat berada di dunia online. Tetap tenang dan puji keberanian mereka dalam mengatakan hal tersebut pada Anda. Katakan pada mereka bahwa Anda bisa diandalkan apabila terjadi sesuatu yang sama lagi.
2. Tempatkan komputer yang terkoneksi dengan internet di area terbuka untuk memudahkan pengawasan Anda.

Usia 15-18 tahun

Dalam golongan usia ini remaja hampir memiliki akses tak terbatas di internet. Mereka lebih melek tentang internet tapi tetap membutuhkan peran orang tua untuk mengingatkan mereka tentang batasan-batasan keamanan di dunia online.  Berikut sejumlah tips yang sekiranya bisa dilakukan guna melindungi mereka dari bahaya internet:
1. Tetap jaga komunikasi yang terbuka dan positif pada mereka. Jangan berhenti berdiskusi mengenai teman-teman dan kegiatan online mereka.
2. Bikin aturan mengenai penggunaan internet, termasuk pembatasan jam berinternet ria, informasi yang tidak seharusnya diumbar di online, serta panduan tentang berkomunikasi dengan teman-teman online di situs jejaring.
2. Kenali situs yang sering mereka kunjungi dan siapa-siapa yang mereka ajak bicara.
3. Katakan pada mereka untuk tidak bertemu dengan orang yang mereka kenal via internet.
4. Ajarkan pada anak-anak supaya tidak mengunduh program, musik atau file lain tanpa seijin Anda.
5. Angkat topik mengenai konten dewasa serta pornografi saat sedang ngobrol dengan mereka, kemudian arahkan mereka untuk mengunjungi situs-situs kesehatan dan seksualitas.
6. Bantu mereka terhindar dari spam. Anjurkan mereka agar tidak memberikan alamat email dan merespon junk email.
7. Ajari mereka mengenai tanggung jawab, etika dan perilaku online. Tak seharusnya mereka memakai internet guna menyebarkan gosip, melakukan aksi bullying atau mengancam orang lain.
8. Jangan sampai mereka melakukan transaksi online tanpa seijin Anda, termasuk memesan, membeli atau menjual barang di online.

Sumber: Microsoft

6 Alasan Kenapa Anak Boleh-boleh Saja Ngegame

Sebagai orang tua kadang kita berpikir bahwa bermain video game cuma membuang-buang waktu saja. Walhasil kita pun melarang anak kita bermain game. Benarkah begitu?

Ternyata nggak juga lho… Tidak selamanya bermain video game itu merusak anak. Memang kalau mainnya berlebihan (tidak kenal waktu), pastinya bisa saja jadi kecanduan. Sekedar informasi, penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa bermain video game bisa jauh lebih besar manfaatnya daripada negatifnya. Dengan catatan bermainnya harus diawasi dan dijadwalkan.

Beberapa video game ada yang dirancang untuk melatih otak, ada juga yang melibatkan aktivitas fisik sampai kita keringatan seperti bermain Nintendo Wii. Haruskah anak kita wajibkan bermain di luar saja daripada di depan layar? Jawabnya ya tergantung. Karena itu bikinlah kesepakatan dengan anak tentang batas waktu bermain game, dan game mana saja yang boleh ia mainkan. Intinya harus seimbang antara bermain game dan bermain di lingkungan nyata.

Nah beberapa alasan mengapa anak boleh-boleh saja nge-game (beberapa jam dalam seminggu) adalah:

1. Video games melatih problem solving
Bermain video game membuat anak-anak berpikir. Ada puluhan video game yang secara khusus dirancang untuk pembelajaran. Misalnya game tembak menembak yang mengajarkan anak untuk berpikir logis dan memproses sejumlah data dengan cepat.

2. Melatih interaksi sosial
Banyak game yang bisa dimainkan secara online dan offline. Nah disini terdapat unsur komunitas yang dapat mendorong anak untuk berinteraksi sosial.

3. Memberi penguatan yang positif
Secara umum sebuah video game dirancang agar para pemainnya bisa berhasil mencapai target tertentu dan mereka akan mendapat reward atas kesuksesan target yang dicapainya itu. Adanya tingkat keterampilan yang berbeda dan budaya risk-and-reward akan melatih anak untuk tidak takut gagal dan berani mengambil peluang untuk mencapai tujuan mereka.

4. Melatih anak berpikir strategis
Video game dapat mengajarkan anak untuk berpikir obyektif tentang game itu sendiri dan kinerja mereka. Meskipun ada banyak game strategi, kebanyakan game dirancang agar gamer dapat melakukan banyak cara untuk mencapai tujuan. Pemain akan mendapatkan umpan balik terhadap keputusan mereka dan dengan cepat mempelajari kekuatan dan kelemahan mereka sendiri.

5. Melatih anak membangun jaringan (network)
Sebagian besar video game dirancang dengan berbagai pilihan bermain yang kooperatif. Apakah itu melawan alien, memecahkan puzzle, atau berada di tim yang sama. Karena itu video game menawarkan anak-anak banyak kesempatan untuk bekerja sama secara konstruktif.

6. Membantu meningkatkan koordinasi tangan-mata
Bermain video game ternyata dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi banyak pasien stroke. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa ahli bedah yang rutin bermain video game ternyata dapat meminimalisir kesalahan di ruang operasi daripada non-gamer. Jadi game juga melatih koordinasi tangan-mata.

5 Tip ala Internet Sehat Agar Anak Aman di Dunia Maya

Penulis: Alfa Kurnia, Moms Guide Indonesia

Berselancar di dunia maya pasti sudah jadi hal biasa bagi sebagian anak. Sekadar main games, mencari bahan untuk tugas pelajaran sekolah, bahkan ada pula yang bersosialisasi di social media.

Perlu diingat, internet bukanlah tempat yang aman bagi anak. Menurut Donny Budhi Utoyo (Donny BU), penyuluh Internet Sehat, jika privasi anak seperti data nama, alamat rumah dan sekolah tidak dijaga, sangat mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keselamatannya.

Begitu juga dengan masalah cyber bullying. Donny mengungkapkan, banyak kasus bully via internet yang dapat mengakibatkan korbannya menjadi terhina hingga depresi. Belum lagi bahaya pornografi yang mengintai anak, meski Depkominfo telah meminta penyedia layanan internet untuk menutup akses ke situs-situs porno.

Bagaimana supaya anak tetap aman berinternet? Berikut tip dari peneliti senior di ICT Watch ini:

1.  Komunikasi

Lakukan komunikasi yang terbuka dan positif dengan anak. Orangtua harus bersikap terbuka menanggapi pernyataan dan keingintahuan anak tentang komputer dan internet. Dengan komunikasi yang hangat, anak mendapat pemahaman yang jelas tentang bagaimana menggunakan fasilitas internet sehingga dampak negatifnya bisa dikurangi.

2.  Tentukan situs-situs yang bisa diakses anak

Tidak semua situs aman dibuka oleh anak, Moms. Bahkan Facebook pun sebenarnya hanya boleh diakses oleh anak yang telah berusia 13 tahun. Sebaiknya pilihkan situs-situs yang memang khusus untuk anak atau situs yang mengandung muatan edutainment (edukasi dan entertainment).

3.  Tetapkan aturan sebelum memberi akses

Keamanan diri anak, termasuk di dunia maya, harus terus dalam pantauan dan bimbingan orangtua. Untuk itu, tetapkan aturan seperti:

  •     Hanya mengakses internet jika ada orangtua atau pengasuh yang mendampingi.
  •     Tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.
  •     Tidak boleh memberikan data pribadi kepada orang asing.
  •     Segera melapor ke orangtua jika mendapat perlakuan tidak menyenangkan di dunia maya.

4. Pasang software untuk melindungi anak dari konten berbahaya

Tidak ada teknologi apapun yang efektif 100% mencegah munculnya konten berbahaya. Tapi kita bisa lebih melindungi anak dengan memasang K9 Parental Software atau Norton Family Online. Jika anak masih usia prasekolah, TK dan kelas 1-3 SD,  install web browser khusus seperti Kidzui atau Kidoz.

5. Dampingi anak ketika browsing

Anak yang belum paham benar tentang baik dan buruknya internet, harus didampingi ketika browsing supaya bisa menyaring dan memberi pemahaman tentang apa saja yang dilihat atau dibacanya. Begitu pula saat mengerjakan tugas. Perlahan, ketika anak sudah menginjak praremaja dan mulai bisa membedakan baik buruk – serta paham bagaimana harus bersikap ketika menemukan hal yang buruk di internet, ia bisa kita lepas untuk mengakses internet sendiri. Tentu, pastikan parental software tetap terpasang, ya Moms.

Tulisan ini dikutip dari: http://momsguideindonesia.com

Tips Manfaatkan Social Media bagi Guru & Murid

Siapa bilang jejaring sosial seperti Twitter, Facebook (FB) hanya menganggu belajar? Tunggu dulu, justru dengan situs gaul itu, guru bisa bikin proses belajar lebih menyenangkan. Kalau sebelumnya tanya jawab soal pelajaran hanya berlangsung di ruang kelas, maka dengan adanya social media, hal itu bisa dimungkinkan kapan saja dan dimana saja.  Bayangkan, bertanya soal PR atau tugas-tugas yang kurang jelas cukup melalui Twitter dengan me-mention guru, asyik bukan?  Atau jika ada rumus yang bikin pusing, bisa tanya ke teman yang jago matematika lewat FB.

Biar lebih enak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guru untuk mengarahkan pemanfaatan social media ini untuk kepentingan belajar mengajar, misalnya:

  • Tanya, social media apa yang paling banyak dipakai para murid?

Ini penting, sebab sia-sia saja seorang guru aktif di Twitter kalau ternyata muridnya sebagian besar lebih aktif di FB, atau kebalikannya.  Bikin saja survei saat di kelas, dengan demikian guru tahu jenis social media mana yang paling banyak diminati muridnya.  Jika Twitter paling banyak dipakai, maka ajaklah murid yang belum pakai Twitter untuk bikin akun di sana. Lalu mulai deh saling follow. Demikian juga apabila FB lebih banyak disukai, ajak murid lain bergabung di sana.

  • Optimalkan Groups dan komunitas

Dalam beberapa social media seperti FB dan Google Plus, ada fitur Groups yang bisa dioptimalkan sebagai ajang diskusi.  Kalau di Twitter dapat menggunakan hashtag atau taggar agar mempermudah klasifikasi diskusi kelompok dengan siswa dan guru.  Dengan menggunakan fitur-fitur ini maka murid dan guru tidak akan “tersesat” dalam komunikasi yang lebih umum, melainkan lebih spesifik ke pembahasan sesuai topik yang mereka inginkan.  Ini juga menghindari pencampuradukan antara isu pibadi dan isu sekolah.

  • Perjelas batasan privasi

Sampaikan ke para siswa, informasi mana yang layak menjadi konsumsi umum atau yang menjadi privasi. Misalnya ada hal-hal yang hanya boleh di-share ke kalangan sekolah saja, atau boleh dibagikan ke umum. Dengan begitu siswa paham, mana info yang dapat ia share ke teman-teman satu sekolah, atau ke semua teman di jejaring sosialnya.  Ini demi menghindari kesalahpahaman atau bocornya info tertentu yang dapat memicu miskomunikasi pihak luar.

Pemanfaatan sosial media untuk aktivitas belajar mengajar ini sudah cukup banyak dilakukan di negara maju. Ayo, sudah saatnya Indonesia juga membiasakannya. [Internet Sehat]

Sumber artikel: Mashable.com / sumber gambar: districtadministration.com

5 Situs Keren buat Para Ortu

Siapa bilang dunia maya selalu berimbas negatif bagi hubungan anak dan orang tua?  Justru merebaknya banyak situs online dapat dimanfaatkan sebagai media informasi dan komunikasi sesama orang tua dalam mengasuh anak.

Di Amerika, cukup banyak situs yang menjadi wadah macam itu.  Situs-situs tersebut mewadahi interaksi antar orang tua untuk saling berbagi pengalaman dan saling curhat tentang problem keseharian mereka mengelola keluarga.  Wah, situs apa saja itu? Ini 5 di antaranya:

  • CafeMom

Ini merupakan komunitas online paling aktif di negeri Paman Sam.  Para ibu bisa bergabung menjadi anggota, dan mengajukan pertanyaan seputar masalah mereka.  Di sini tersedia tip dan advis-advis seputar pengasuhan anak. Ada juga forum yang terdiri dari banyak kelompok interes, mulai dari politik, pola asuh anak, kewanitaan, hingga teknologi, semua diramaikan oleh para ibu.  Tidak ketinggalan ada opsi hiburan seperti kontes video, polling, games, dan banyak lagi.

  • Mamapedia

Yang unik dari situs ini adalah tampilan timeline sesuai pertumbuhan anak.  Para orang tua bisa saling memantau kemajuan tumbuh kembang anak mereka di sini. Percakapan dalam diskusi juga terlihat di timeline ini, seusai dengan tahap pertumbuhan anak-anak mereka.   User bisa langsung mengikuti topik diskusi sesuai kebutuhan mereka, dan langsung bergabung di dalamnya. Lokasi para user juga dapat terlihat di situs, sehingga mereka dapat tahu keberadaan sesama user.  Tidak kalah menarik, situs ini menghadirkan diskon-diskon khusus dari para sponsor bagi membernya.

  • Minti

Nah, ini situs yang cukup netral, tidak mengandung kata “mama” dalam namanya.  Para ortu bisa langsung mengetikkan pertanyaan di kolom yang sudah disediakan, dan otomatis akan dicarikan jawabannya di arsip Q&A.  Jika belum tersedia, maka harus menunggu respon sesama member.

  • MomsLikeMe

Terdiri dari komunitas di lebih dari 60 lokasi seantero Amerika Serikat. Begitu user mendaftar, maka otomatis akan ditempatkan di kelompok sesuai dengan kode posnya, dan terdireksi ke situs lokal. Selain diskusi seputar pola asuh anak, tersedia juga polling dengan pertanyaan yang berkaitan dengan hal itu.  Kupon diskon dari para sponsor menjadi daya tarik lain situs ini.

  • BabyCenter

Sesuai namanya, situs ini berisi sharing informasi dan komunikasi seputar pengasuhan bayi. Sebenarnya lebih mirip jejaring sosial seperti Facebook, hanya diutamakan pada bayi-bayi para ortu yang menjadi member.

Rabu, 21 Maret 2012

Mts PKP Jakarta Islamic School | Facebook

http://www.facebook.com/mtspkpjis
Mts PKP Jakarta Islamic School | Facebook

pengambilan gambar robotik pkp jakarta islamic school untuk media masa


alhamdulillah robotik pkp jakarta islamic school dari waktu ke waktu mulai dikenal masyarakat, acara shooting atau pengambilan gambar untuk acara televisi terus dilaksanakan, diantaranya :
1. wisata sekolah sma, tvri
2. laptop si unyil, trans7
3. robocon, tvri
4. spacetoon
5. sun tv
6. robotika indonesia, kemkominfo
7. kemnas, kemanag
8. inovator, metrotv
9. inaicta, metrotv
10. e-lifestyle, metrotv
11. beranda, jaktv (siaran langsung)
12. inbox, sctv (siaran langsung)
13. wisata sekolah mts, tvri

robot mts pkp jakarta islamic school




robot mts pkp jakarta islamic school

Sarasehan seni budaya

Sarasehan Seni Budaya

PKP Jakarta Islamic School, 18 Januari 2012 bertempat di Aula Al – Kautsar menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Pengembangan Pendidikan Seni Budaya. Kegiatan yang merupakan tindak lanjut nota kesepakatan antara PKP dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu bertujuan untuk merumuskan program kerja sebagai realisasi kerjasama untuk tiga tahun ke depan.

Hadir dan memberi sambutan dalam kesempatan tersebut, Bapak Ir. Tb.M. Rais, Ketua Umum Yayasan PKP DKI Jakarta, dan Bapak Dr. Wagiono Sunarto, M.Sc., Rektor IKH. Hadir pula, Bapak Prof. Dr. Agus Suradika, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai Keynote Speech sarasehan, Slamet Raharrjo Djarot, Ketua Senat IKJ dan budayawan Indonesia yang sering tampil pada TVRI dan Metro TV. Dalam urainnya, Slamet Raharjo Djarot dengan memukau  menyampaikan filsofi seni dan ajaran – ajaran Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam. Ajaran – ajaran Islam dikemas demikian menarik dalam balutan seni adiluhung sehingga masyarakat dengan latar budaya Hindu – Budha menerima Islam dengan damai. Sebagai hasil sarasehan terumuskannya program kerja untuk tiga tahun kedepan yang terbagi kedalam tiga bidang yakni bidang pendidikan dan pelatihan, bidang produksi seni dan pertunjukkan/pementasan kesenian dan bidang humas promosi dan pendanaan. Pertama, program bidang pendidikan dan pelatihan meliputi : (1) Pelatihan guru seni budaya dan instruktur ekstrakurikuler bidang seni; (2)Worksop tentang sinematografi , melukis dan fotografi; (3) Mengembangkan silabus  mata pelajaran seni budaya setiap jenjang pendidikan dan silabus pengembangan diri seni; (4) Rintisan Kampus PKP sebagai Pusat Kesenian di wilayah Jakarta Timur; (5) Rintisan program studi sinematografi; (6) Rintisan lembaga pendidikan/perguruan tinggi berbasis komunitas; (7) Program pendidikan lanjutan starata satu dan pascasarjana bidang seni.

Kedua, program bidang produksi seni dan pertunjukkan/pementasan kesenian yang meliputi  : (1) Seni pertunjukkan dalam rangka Hari Ulang Tahun PKP dan Hari Pendidikan Nasional, pentas seni musik dan lagu, pentas acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) / Televisi dan tampil di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)/Taman Ismail Marzuki (TIM); (2) festival/lomba yang diadakan di dalam dan luar PKP; (3) pameran dan bazaar seni lukis, kriya, fotografi dan sinematografi.

Ketiga, program bidang humas, promosi dan pendanaan yang meliputi (1) inventarisasi calon sponsor; (2) korespodensi dan pertemuan dengan para calon sponsor, menyuguhkan pertunjukkan apresiasi seni; (3) membuat bahan promosi; (4) merintis kerjasama dengan stakeholder; (5)melakukan fund rising; (6) mencari dana dari masyarakat; dan (7) penjualan produk – produk kriya. Pada acara pembukaan, hadirin yang terdiri dekan, para dosen dan staf IKJ serta pengurus, kepala bidang dan kepala unit kerja PKP mendapat  suguhan menarik dari penampilan seni para siswa. Arumba MTs mengawali acara pembukaan, disusul Rampak Gendang  MI, dan diakhiri penampilan Tari Saman SMA. Seluruh penampilan para siswa yang telah mendapat sentuhan Sanggar Seni PKP Jakarta Islamic School tersebut mendapat aplaus hadirin.



Informasi PSB / PPDB PKP Jakarta Islamic School

MENERIMA PESERTA DIDIK BARU

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

 

Syarat Khusus

1.  TK. Islam/Play Group

a. Calon peserta didik,  telah berusia 3 tahun pada tanggal 11 Juli 2011

b. Menyerahkan foto kopi akte kelahiran/surat kenal lahir 1 (satu) lembar.

c. Menyerahkan foto kopi kartu keluarga (KK), 1 (satu) lembar.

d. Menyerahkan pas foto  ukuran 2 x 3 = 2 lembar dan 3 x 4 = 4 lembar terbaru

e. Melampirkan foto kopi  Akte kelahiran/surat kenal lahir

 

2.  SD Islam/MI (Madrasah Ibtidaiyah)

a. Calon peserta didik telah berusia 5 (lima) tahun 7 (tujuh) bulan pada tanggal 11 Juli 2011

b. Foto copy rapor TK semester ganjil kelompok B

c. Menyerahkan foto kopi kartu keluarga (KK) 1 (satu) lembar

d. Menyerahkan foto kopi akta kelahiran/surat kenal lahir 1 (satu) lembar

e. Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 4 x 6 = 2 lembar

f. Melampirkan foto kopi  Akte kelahiran/surat kenal lahir

g. Menyerah surat keterangan dari TK atau sekolah asal

 

3.  SMP Islam/MTs(Madrasah Tsanawiyah)

a. Menyerahkan foto kopi Ijasah SD/atau sederajat yang telah dilegalisir 2 (dua) Lembar.

b. Menyerahkan foto kopi Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang telah dilegalisir 2 (dua) lembar dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

c.  Menyerahkan foto kopi Rapor 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir

d. Calon peserta didik berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada tanggal 11 Juli 2011

e.  Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 2 x 3= 2 lembar dan 3x4 = 4 lembar

f. Melampirkan foto kopi  Akte kelahiran/surat kenal lahir

 

4.  SMA Islam

a. Menyerahkan foto kopi  Ijasah SMP/MTs atau sederajat 2 (dua) lembar.

b. Menyerahkan foto kopi Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang dilegalisir 2 (dua) lembar dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

c. Menyerahkan foto kopi  Rapor 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir sebanyak 1 (satu) lembar

d. Calon peserta didik berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada tanggal 11 Juli 2011.

e. Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 2 x 3= 2 lembar dan 3x4 = 4 lembar

f. Melampirkan foto kopi  Akte kelahiran/surat kenal lahir

 

5.  SMK Islam

a. Menyerahkan foto kopi  Ijasah SMP/MTs atau sederajat 2 (dua) lembar.

b. Menyerahkan foto kopi Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang dilegalisir 2 (dua) lembar dan  Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

c. Menyerahkan foto kopi  Rapor 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir sebanyak 1 (satu) lembar

d. Calon peserta didik  berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada tanggal 11 Juli 2011.

e. Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 2 x 3= 2 lembar dan 3x4 = 4 lembar

f. Tidak mempunyai cacat fisik yang dapat mengganggu/

membahayakan kegiatan belajar calon peserta didik .

g. Melampirkan foto kopi  Akte kelahiran/surat kenal lahir

h. Surat keterangan Dokter

 

6.  PGTK Islam

a. Menyerahkan foto kopi  Ijasah SMA/SMK/MA sederajat atau STTB SMA/SMK/MA sederajat yang telah dilegalisir 2 (dua) lembar

b. Tidak memiliki kelainan fisik

c. Menyerahkan foto kopi transkip/ rapor 1 (satu) lembar

d. Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 2 x 3= 2 lembar dan 3x4 = 4 lembar

e. Melampirkan foto kopi  Akte kelahiran/surat kenal lahir

 

7 STIKes

a. Warga Negara Indonesia

b. SMU/Sederajat/Madrasah Aliyah

c. Mengisi Formulir Pendaftaran Disertai :

§  FC Ijazah/Surat Keterangan Lulus

§  Pas Foto 4x6 sebanyak 3 lembar

§  Surat Keterangan Sehat dari Dokter

§  Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

 

8.  Asrama

a. Calon santri telah lulus SD/MI atau SMP/MTs

b. Membeli formulir pendaftaran dan mengisinya, serta dilengkapi dengan : pas foto 3 x 4 sebanyak 4 lembar

c. Menyerahkan dokumen pendaftaran yakni :

§  Formulir pendaftaran yang telah diisi dan ditandatangani

§  Photo copy ijazah SD/MI atau SMP/MTs

d.  Melunasi biaya pendaftaran

e.  Mengikuti tes kemampuan Baca – Tulis Al – Qur’an

 

Catatan  :

-  Setiap penyerahan fhoto copy persyaratan calon peserta didik diwajibkan menunjukkan yang aslinya dan segera dikembalikan bila dinyatakan telah sesuai dengan aslinya.

-  Kepala sekolah dapat mengembalikan peserta didik kepada orang tua/wali murid dan atau mencabut status kepesertadidikannya pada unit Satuan Pendidikan apabila tidak dapat menunjukkan Ijasah dan SKHUN atau tanda kelulusan paket B hingga tanggal 30 Oktober 2011, dan kepadanya tidak mendapatkan hak pengembalian uang administrasi sekolah yang telah dibayarkan.

 

WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Waktu Pendaftaran

i.Gelombang I dan II untuk Tingkat Dasar

-  Hari/Tanggal : Senin, 03 Januari  2011 s.d. Jumat, 29 April  2011, mulai pukul 08.00 - 15.00 BBWI. (Gelombang I)

-  Hari/Tanggal : Sabtu, 30 April 2011 s.d. Senin, 23 Mei 2011, mulai pukul     08.00 – 15.00 BBWI  (Gelombang II)

ii.    Gelombang I dan II untuk Tingkat SLTP dan SLTA

-  Hari/Tanggal : Senin, 02 Mei 2011 s.d. Sabtu, 18 Juni 2011, mulai pukul 08.00 s.d 15.00 BBWI. (Gelombang I).

-  Hari/Tanggal : Senin, 20 Juni 2011 s.d. Sabtu, 09 Juli 2011, mulai pukul  08.00 s.d. 15.00 BBWI, (Gelombang II)

iii.    Gelombang III

-   Setelah tanggal 11 Juli 2011 khusus untuk Satuan Pendidikan yang belum terpenuhi daya tampung sesuai perencanaan.

iv.  Gelombang II dan III dapat ditiadakan apabila target penerimaan gelombang I telah memenuhi daya tampung

v. Khusus untuk Satuan Pendidikan :

-  TK Islam/KB : Mulai, Senin, 03 Januri 2011 s.d. Sabtu, 09 Juli 2011

-  PGTK Islam : Mulai Selasa, 03 Mei 2011 s.d  Rabu, 31 Agustus 2011.

B.Tempat Pendaftaran

Tempat pendaftaran calon peserta didik baru berlangsung pada masing-masing Satuan Pendidikan di ruangan khusus yang telah ditentukan oleh Panitia PPDB Unit Satuan Pendidikan dengan persetujuan Panitia PPDB Tingkat Koordinator dan untuk hal – hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada panitia penerimaan siswa baru tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:

a.

TK Islam

021 - 8706295/87711529

 (Ucu N)

b.

SD/MI

021 - 8728368

 (Sukarno)

c.

SMP/MTs

021 - 87708476

 (Lestari S.M)

d

SMA

021 - 8720627

 ( Nurlela)

e

SMK I

021 - 8728367

 (Khusnul K)

f.

SMK 2

021 - 8700113

 (Damayanti)

g.

PGTK

021 - 87711529

 (Siti Aminah)

h.

STIKes

021 - 8403657

 (David. Y)

Profil PKP Jakarta Islamic School

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta kampus pendidikan bernuansa Islami untuk menyiapkan generasi muda yang berakhlak moral Islam, berbudaya Indonesia, berwawasan global, terampil dan professional.

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta merupakan Proyek Monumental MTQ Nasional ke v Tahun 1972 yang disponsori bersama direktorat Jenderal Bimas Islam Departemen Agama, Pusat Dakwah Islam, Koordinator Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, Yayasan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam (PTDI) dan Panitia Nasional penyelenggara MTQ Nasional  ke  V Tahun 1972 dan didukung penuh oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta waktu itu, Bapak H. Ali Sadikin.

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta berdiri diatas lahan aset Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dengan lahan + 18 Ha, berlokasi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur Kampus PKP diresmikan penggunaannya oleh Gubernur KDKI Jakarta pada tanggal 8 April 1976 dengan berbagai sarana dan prasarana kebutuhan pendidikan, latihan dan keterampilan.

Selanjutnya PKP sebagai penyelenggara pendidikan, berubah status menjadi badan hukum (yayasan) berdasarkan Akte Notaris R. Soerojo Wongsowidjojo Nomor 30 Tanggal 22 Juni 1977 bertepatan dengan hari jadi Kota Jakarta ke 449. Kepengurusan Yayasan ditetapkan dan dikukuhkan dengan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku Pembina. Sesuai saran Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada saat menerima paparan Ketua Umum Yayasan PKP tanggal 31 Agustus 2007 di ruang Rapim Utama DKI Jakarta, kampus Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta berubah nama menjadi  Kampus Jakarta Islamic School.

ARTI LAMBANG
YAYASAN PONDOK KARYA PEMBANGUNAN
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

 

Bentuk garis-garis melengkung

merupakan stilasi dari kubah masjid yang melambangkan secara harfiah tempat ibadah umat Islam

 

Letak dan huruf PKP DKI JAKARTA

menegaskan tentang lembaga penyelenggara

yang bernafaskan Islami

 

Warna logo bebas

dipilih/disesuaikan dengan kondisi tempat/alas/kebutuhan agar keberadaannya selalu menampakkan dan mencerminkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan sekitar dan hubungan antarsesama

 

Pertimbangan filosofis, menampilkan gaya masa depan dengan bidang-bidang simetrik dalam kesederhanaan (minimalis)

 

VISI Dan MISI
YAYASAN PONDOK KARYA PEMBANGUNAN
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

 

    VISI

Menjadi lembaga pendidikan yang bernafaskan Islam, berpandangan maju, berwawasan global serta tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.

MISI

  1. Mempelopori penyelenggaraan pendidikan pelatihan dan keterampilan   secara terpadu dari tingkat Prasekolah hingga Perguruan Tinggi.
  2. Menciptakan suasana pendidikan yang bernuansa Islam, berbudaya Indonesia serta lingkungan yang asri.

TUJUAN

Mempersiapkan generasi bangsa yang berakhlak Islam, berbudaya Indonesia, berwawasan global, terampil dan professional dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sejarah PKP Jakarta Islamic School

Penyelenggaraan MTQ Nasional ke V Tahun 1972 di Jakarta yang berlangsung sukses, telah mencetuskan gagasan monumental tentang pendirian lembaga pendidikan dan keterampilan yang bernafaskan Islam dengan nama Pondok Karya Pembangunan (PKP) agar dapat memberikan manfaat langsung  bagi masyarakat.

Gagasan pendirian PKP di DKI Jakarta tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat dan tokoh agama yaitu Letjend TNI (Purn) H. Soedirman, Laksamana Muda TNI(Purn) Dr. Muh. Sukmadi, Drs. H. Kafrawi Ridwan, MA dan Drs. H. AM. Fatwa dengan mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta pada saat itu H. Ali Sadikin sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta  N. D. III.b.14/23/1973 Tanggal 18 April 1973 tentang Pengukuhan Pembentukan Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta sebagai sarana pendidikan dalam ruang lingkup Madrasah dan Pesantren.

Dukungan tersebut berawal dari keprihatinannya setelah menyaksikan kondisi obyektif penyelenggaraan Madrasah (sekolah Islam) di DKI Jakarta pada periode tahun 1960-an yang memprihatinkan, baik dari segi fisik bangunan gedung, sarana prasarana belajar siswa, kualitas guru maupun materi pengajarannya.

Kondisi demikian menggugah dan mendorong Gubernur KDKI Jakarta untuk mengambil prakarsa dengan memberi prioritas dalam pola Rehabilitasi Tiga Tahun DKI Jakarta dengan “Program Dinamisasi Madrasah” dengan tujuan meningkatkan derajat dan mutu pendidikan madrasah setara dengan pendidikan umum.

Oleh karena itu, Dinamisasi Madrasah dan pendirian PKP merupakan kegiatan saling menunjang dalam mewujudkan pendidikan dan keterampilan yang bernafaskan Islam.

Program Dinamisasi Madrasah akhirnya dijadikan model di PKP DKI Jakarta pada saat itu dengan didirikannya Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Tiga tahun setelah berdirinya PKP, yaitu tanggal 8 April 1976 Gubernur KDKI Jakarta H. Ali Sadikin meresmikan Kampus PKP di atas areal lahan +  18 hektar di Kelurahan Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jakarta Timur. Tanggal 8 April ditetapkan sebagai Hari Lahir Kampus PKP DKI Jakarta.

Untuk keberlangsungan dan kesinambungan masa depan PKP DKI Jakarta maka bertepatan dengan HUT ke 450 Kota Jakarta tanggal 22 Juni 1977 dibentuklah Yayasan PKP DKI Jakarta sebagai Badan Hukum Pengelola berdasarkan Akta Notaris Raden Soerojo Wongsowidjojo Nomor 31.

Perkembangan selanjutnya, PKP tidak hanya mengelola Madrasah, tetapi juga mulai mendirikan dan mengelola sekolah umum, lebih banyak dibanding ke Madrasah.

Dalam upaya mengembangkan PKP sebagai Lembaga Pendidikan Islam bermutu dan prestisius di DKI Jakarta, pada tanggal 15 Juni 2005 Gubernur DKI Jakarta H. Sutiyoso mencanangkan Pembangunan dan Penataan Kembali Kampus PKP.

Selanjutnya dalam usianya yang ke -31 nama Kampus PKP mendapat tambahan identitas baru menjadi Kampus PKP Jakarta Islamic School. Tambahan identitas tersebut diharapkan dapat menambah bobot keberadaan lembaga sehingga dapat mengangkat citra PKP di masyarakat.

Pada saat ini PKP telah memiliki dan menyelenggarakan 8 (delapan) unit pendidikan yakni : TK Islam, SD Islam/MI, SMP Islam/MTs, SMA, SMK 1 (SMEA), SMK 2 (STM),  PGTK Islam dan STIKes dengan jumlah siswa dan mahasiswa sebanyak 2.200 orang.

Logo PKP Jakarta Islamic School




Logo PKP Jakarta Islamic School

MTs PKP Jakarta Islamic School

SEJARAH SINGKAT

Sejarah SMP Islam/MTs PKP tidak bisa lepas dari sejarah berdirinya Yayasan PKP. SMP Islam/MTs PKP merupakan lembaga pendidikan yang pertama didirikan di lingkungan Kampus PKP yakni tiga tahun setelah berdirinya Yayasan PKP, tepatnya pada tanggal 08 April 1976. Pendirian SMP Islam/MTs PKP merupakan upaya memperbaiki pandangan masyarakat tentang Madrasah yang dipandang sebelah mata.

Saat ini, SMP Islam/MTs PKP merupakan madrasah yang terakreditasi ”B”  Hal ini dikukuhkan dengan Piagam Akreditasi Madrasah Tsanawiyah No. KW.09.4/4/KP.08.8/3608/2005 tertanggal 03 Juni 2005 yang diterbitkan oleh Departemen Agama Kanwil Prov. DKI Jakarta.

Untuk menghadapi kemajuan zaman MTs PKP sedang berupaya merintis Sekolah /Madrasah yang berbasis IT dan ditunjang oleh kemampuan linguistik, terutama Bahasa Inggris untuk para siswanya.

 

VISI

Unggul dalam prestasi, berbasis teknologi informasi

(TI) dan berakhlak mulia.

MISI

1.    Melaksanakan nilai – nilai ajaran Islam

2.   Meningkatkan prestasi peserta didik dalam bidang akademik dan 

      non akademik

3.   Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan sehingga dapat

      berkembang secara optimal sesuai dengan minat dan bakat yang

      dimiliki

4.   Melaksanakan proses pembelajaran dengan mengoptimalkan

      penggunaan media teknologi informasi

5.   Menumbuhkan semangat rasa percaya diri, saling menghargai 

      antar sesama warga madrasah dalam rangka persatuan nasional

      dan nilai – nilai kebagsaan

 

SUSUNAN ORGANISASI

Kepala Sekolah                           : Drs. Mundarih

Wakabid Kurikulum                    : Amin Ustadzi, S.Ag

Wakabid Kesiswaan                   : Soimun, S.Pd.

Pembina OSIS                            : Ananta Sanai, S.Pd.

Pembina ROHIS                         : Syabani, S.Ag.

Pembina Pramuka                       : Reni Ariyanti, S.Pd.

Pembina Keputrian                     : Kiki Rizki D P, S.Ag.

Pembina UKS                              : Tuti Alawiyah

Kepala Tata Usaha                     : Lestari Setiyo Maira, S.Pd.

Tata Usaha/Keuangan                : Syahlia Megawati

Tata Usaha                                 : Utomo, S.Pd.I.

Petugas Kebersihan                    :  Suryadi, Syamsudin

 

STAF PENGAJAR

NO

NAMA

MATA PELAJARAN

1.

Nanang A Hasan, S.Ag.

Sejarah Kebudayaan Islam

2.

Euis Srihayati, S.Pd.

Pengetahuan Alam

3.

Soimun.S. Pd

Pengetahuan Sosial

4.

Sukarno

Pengetahuan Alam

5.

Eko Muchdiyanto

Matematika

6.

Suwarto, S.Pd.

Pengetahuan Sosial

7.

Kiki Rizki D P, S.Ag.

BP dan  PLKJ

8.

Sulastri, S.Pd.

PKn

9.

Reni Ariyanti, S.Pd.

Matematika

10.

Euis Mulyani, S.Pd.

Kesenian

11.

Iin Sofiani, S.Pd.

Bahasa Inggris dan Public Speaking

12.

Anatta Sanai, S.Pd.

TIK

13.

Suheli, S.Pd.

Al-Quran Hadits

14.

Atjih, S.Pd.

Bhasa Indonesia

15.

Syabani, S.Ag.

Bahasa Arab

16.

Tuti Alawiyah, S.Ag.

Fiqih

17.

Amin Ustadzi, S.Ag.

Al-Quran Hadits dan Public Speaking

18.

Muhammad Ilham

Penjaskes

 

TATA TERTIB SISWA

·   Hadir di sekolah 10 menit sebelum kegiatan belajar.

·   Lapor kepada guru piket apabila terlambat, memberi

    kabar dengan surat atau via telepon apabila berhalangan hadir.

·   Hormat dan patuh kepada guru dan karyawan.

·   Bertutur kata yang baik, sopan dan Islami, menjaga ukhuwah

    Islamiyah sesama warga  sekolah.

·   Melaksanakan salat sunnah Dhuha, shalat Dzuhur dan shalat

   Jumat berjamaah di Mesjid Baitushshidqi.

·   Mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah

    maupun yayasan.

·   Mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan hari

    besar nasional.

·   Memakai seragam sesuai ketentuan sekolah.

·   Berpenampilan bersih, rapih dan tidak bermake-up.

·   Membayar biaya administrasi sekolah sesuai

   jadwal pembayaran yang telah ditetapkan sekolah.

·    Memelihara sarana dan prasarana sekolah.

·    Menjaga ketertiban, keamanan, keindahan dan

     kekeluargaan sekolah.

·   Tidak terlibat dalam perkelahian, tidak menggunakan dan atau

    mengedarkan narkoba/miras/buku majalah/kaset/CD porno.

 

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

1.       Pramuka

2.       Angklung

3.       Paskibra

4.       Robotic

5.       PMR

6.       Band

7.       Seni Tari

8.       MTQ

9.       Basket

 

JADWAL KEGIATAN HARIAN

JAM KE

WAKTU

SENIN s.d. JUMAT

SABTU

1.

06.30 – 07.10

 

Belajar Mata Pelajaran

Kegiatan Ekskul

2.

07.10 – 07.50

3.

07.50 - 08.30

4.

08.30 - 09.10

 

09.10 - 09.40

Salat Dhuha

5.

09.40 – 10.20

 

Belajar Mata Pelajaran

 

6.

10.20 - 11.00

7.

11.00 - 11.40

8.

11.40 - 12.20

 

12.20 - 13.00

Istirahat & Sholat Dzuhur 

9.

13.00 - 13.40

Belajar Mata Pelajaran

 

10.

13.40 - 14.20

 

PRESTASI.

Prestasi

Postingan Populer