Sabtu, 26 Mei 2012

MTs PKP Jakarta Islamic School - Pengumuman hasil tes tahap 1 PPDB MTs PKP JIS 26 Mei 2012

http://mtspkp.multiply.com/photos/album/67/Pengumuman_hasil_tes_tahap_1_PPDB_MTs_PKP_JIS_26_Mei_2012#photo=1
MTs/SMP PKP JAKARTA ISLAMIC SCHOOL
Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13730
Telp. (021) 87708476
DAFTAR HASIL TES SELEKSI GELOMBANG 1
TES SELEKSI MASUK PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Peserta yang dinyatakan lulus diharapkan datang ke tata usaha mts pkp jis paling lambat 30 mei 2012

Pengumuman hasil tes tahap 1 PPDB MTs PKP JIS 26 Mei 2012

MTs/SMP PKP JAKARTA ISLAMIC SCHOOL
Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13730
Telp. (021) 87708476

 DAFTAR HASIL TES SELEKSI GELOMBANG 1

TES SELEKSI MASUK PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2012/2013

http://mtspkp.multiply.com/photos/album/67/Pengumuman_hasil_tes_tahap_1_PPDB_MTs_PKP_JIS_26_Mei_2012#photo=1

Peserta yang dinyatakan lulus diharapkan datang ke tata usaha mts pkp jis paling lambat 30 mei 2012



Pengumuman hasil tes tahap 1 PPDB MTs PKP JIS 26 Mei 2012 http://mtspkp.multiply.com/photos/album/67/Pengumuman_hasil_tes_tahap_1_PPDB_MTs_PKP_JIS_26_Mei_2012#photo=1

Pengumuman hasil tes tahap 1 PPDB MTs PKP JIS 26 Mei 2012




MTs/SMP PKP JAKARTA ISLAMIC SCHOOL
Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13730
Telp. (021) 87708476
DAFTAR HASIL TES SELEKSI GELOMBANG 1
TES SELEKSI MASUK PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Peserta yang dinyatakan lulus diharapkan datang ke tata usaha mts pkp jis paling lambat 30 mei 2012

Daftar Peserta PPDB MTs 2012-2013

MTs/SMP PKP JAKARTA ISLAMIC SCHOOL
Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13730
Telp. (021) 87708476
DAFTAR HADIR
TES SELEKSI MASUK PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
R u a n g                         I 
Nomor N a m a L/P Asal Sekolah Tanda Tangan 
Urut Formulir
1 001 MIFTAHUL FARHAN ARIF L SDN 10 PEKAYON 1  
2 002 MUHAMMAD FAISAL L SDN 03 CILANGKAP   2
3 003 SARAH AULIA AZZAHRA P SD I PONDOK DUTA 3  
4 004 ALIF GIBRA RAMADHAN L SD I PONDOK DUTA   4
5 005 SAFITRIYANI P SD AT TAUFIQ 5  
6 006 M SUTAN RAFIF SATIR L SD IT AL FIKRI   6
7 007 ZUFAR TSANY DARIS L SDIT AL BARKAH 7  
8 008 M.DAFFA MAULANA L SDI SABILILAH   8
9 009 M DAFFA MAULANA L SDI SABILILAH 9  
10 010 NADHIFA PUTRI  D. P SDN 01 CIPAYUNG   10
11 011 SHANIA ANANDA RIDHA P SDN 02 KELAPA 2 WTN 11  
12 012 ANISA RIYADI P SDN 03 PD RANGGON   12
13 013 M. IKHLAS ABYAN L SD SEMUT SEMUT 13  
14 014 SRI ANDRIYANI DS P SD 07 KRAMAT JATI   14
15 015 M. FARIS L SD I SABILINA 15  
16 016 IRSYAAD ABINAYA NABIL H L SDIT AL ISHMAH   16
17 017 DIKA IDHAM A L SD I PONDOK DUTA 17  
18 018 HANIFAH GEVA P SD AL JANNAH   18
19 019 YULINDA PUTRI HP P SDN TUGU 4 19  
20 020 ECA P SDN 03 CIBUBUR   20
21 021 NAUFAL DICKY L SDN 02 BULAKSEREH 21  
22 022 BIVAN ANDRESHA INDRADI L SD AL JANNAH   22
23 023 VANYA AMANDA S P SDN 02 MEKARSARI 23  
24 024 M.FATHUR ARYA PUTRA L SDI PONDOK DUTA   24
25 025 MUHAMMAD HAIQAL L SDI SUDIRMAN 25  
26 026 EVA TAFAN P SDN 03 JATI ASIH   26
27 027 MUHAMMAD FIQHI B. L MIN 12 CIBUBUR 27  
28 028 DEFFA ANANDA J P SDN 03 CIBUBUR   28
29 029 M.YUNUS L SDN 02 KELAPA 2 WTN 29  
30 030 WISNU MUFLI W L SDN 17 PEKAYON   30
31 031 MUHAMMAD FACHREZI L SDN PS GUNUNG SELATAN 31  
32 032 AGIL BAUFAL FARNAS L SDN 17 PEKAYON   32
33 033 AQILA TARHIM SETIAWAN P SDN 03 PD RANGGON 33  
34 034 EVITA RIZKYA P SDN 03 CIBUBUR   34
35 035 EMIR HAKIM NASUTION L SDN 03 KAMPUNG MKS 35  
36 036 FATHI MUHAMMAD L SDN 03 CILANGKAP   36
37 037 JULIAN TRIVAN L SDN RRI NASIONAL 37  
38 038 SISKA FAUZY N P MI MIFTAHUL   38
39 039 NADIRA PUTRI WIDYA P SD HARJAMUKTI 4 39  
40 040 RABIN MUKHTAR L SDN 13 CIBUBUR   40
41 041 M.RIZKY FALAH P L SDIT SABILINA 41  
42 042 RANDI AHMAD KURNIA L SDIT SABILINA   42
43 043 TRI SETIO HADHI L SDIT SABILINA 43  
44 044 SAID DARY RIZFA L MIN 18 KALISARI   44
45 045 REYNARA WILDAN P L SD KARTIKA VIII 45  
46 046 FADHIL ILYASA AMRIS L SD IT MAMBUL AULA   46
47 047 MUHAMMAD FAHRAN  L SDN CURUG 5 CISALAK 47  
48 048 MUHAMMAD AFRIZAL L MIN 12 CIBUBUR   48

Tes PPDB (penerimaan peserta didik baru) akan dimulai pada 26 Mei 2012 pukul 08.00

Tes PPDB (penerimaan peserta didik baru) akan dimulai pada 26 Mei 2012 pukul 08.00

Pengumuman peserta didik yang lulus tes akan uumumkan pada hari sabtu 26 mei 2012 pukul 14.00

Selasa, 17 April 2012

jakarta islamic school




jakarta islamic school teacher

Pensi PKP Jakarta Islamic School 2012

Start:     Apr 23, '12 08:00a
End:     Apr 23, '12 4:00p
Location:     amphitater jakarta islamic school
yuk dateng yuk
http://maps.google.co.id/maps?oe=utf-8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&um=1&ie=UTF-8&q=jakarta+islamic+school&fb=1&gl=id&hq=jakarta+islamic+school&hnear=jakarta+islamic+school&cid=0,0,7649391190133127136&ei=5NGMT56TOs7RrQe71pGlCQ&sa=X&oi=local_result&ct=image&ved=0CAcQ_BI

Inilah 5 Pertanyaan Awal Orangtua Kepada Anak Generasi Internet!


Demi melindungi anak-anak dari ancaman dunia maya, para orang tua sejatinya harus memberikan pengertian agar para buah hati kita selalu mawas diri ketika online.

Namun masalahnya, banyak anak yang segan bercerita atau setidaknya sekadar membuka obrolan tentang aktivitas mereka di internet. Alhasil, para orang tua tidak memiliki bayangan apa yang dilakukan anaknya di dunia maya.

Diperlukan cara khusus dari orang tua untuk mengorek informasi tersebut. Jangan lantas melancarkan berbagai aturan sporadis. Seperti: “Kamu tidak boleh begini, begini, begini…”. Namun lakukan pendekatan yang lebih lembut dan ciptakan suasana yang santai. Sehingga anak-anak jadi lebih mudah untuk bercerita tentang pengalaman berinternet mereka.

Sebaliknya, para orangtua sebelumnya juga harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan perkembangan teknologi yang sedang tren. Hal ini untuk menyeimbangkan pemikiran antara Anda dan anak-anak.

Kalau beberapa tahun lalu, internet memang masih sebatas membicarakan soal email dan maling list. Namun sekarang sudah zamannya Twitter, Facebook, dan YouTube. Jadi kalau Anda sampai tidak mengerti mengenai situs jejaring sosial itu, sepertinya anak-anak akan malas untuk mengobrol dengan Anda.

Selain itu yang juga tidak kalah pentingnya adalah mengenai bagaimana mengajukan deretan pertanyaan kepada anak-anak.

Berikut adalah 5 pertanyaan awal yang bisa dipakai orangtua untuk memulai mengorek informasi dari anak-anak:

1. Apa yang teman-temanmu lakukan ketika berinternet?

Pertanyaan ini untuk mengalihkan perhatian anak dari pikiran ‘Anda ingin menginterogasinya’. Ini juga terdengar seperti pertanyaan biasa dan natural. Dalam taraf ini Anda akan mendengar jawaban untuk main game, chatting, dan Facebook-an.

2. Situs apa yang baru atau yang sedang ngetren?

Tanya anak Anda kenapa memilih situs tersebut. Anda juga situs apa yang sudah tidak populer lagi dan kenapa.

3. Apa saja situs favoritmu?

Nah, di sinilah Anda mulai masuk ke dunia online anak. Mulai dari pertanyaan yang biasa dan tidak menggurui. Biarkan anak-anak bercerita, namun jangan lupa tanyakan kenapa dia memilih situs tersebut.

4. Apakah pernah menemukan kejahatan di internet?

Anak Anda mungkin tidak mengerti artinya, namun setidaknya mereka tahu contoh-contoh yang telah terjadi. Ceritakan tentang berita kejahatan internet yang Anda ketahui, seperti email dan foto yang tidak senonoh, pencurian data pribadi, account palsu di Facebook dan lainnya. Tanyakan apakah anak Anda juga mengetahuinya.

Intinya, pastikan anak mengerti apa, jenis dan dampak dari kejahatan internet. Hal ini ampuh untuk membuat mereka waspada dan bakal berpikir ribuan kali agar tidak terjerumus.

5. Pernah melihat hal yang membuat tidak nyaman ketika sedang online?

Ini tahap dimana untuk membuat diskusi lebih lanjut tentang kejahatan internet. Seperti membahas kejadian peredaran foto porno dan situs yang berisi konten rasis. Ini bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga jika sesuatu terjadi di internet mereka bisa sharing ke Anda dan tidak merasa segan.

-

Sumber : Symantec, 25 Februari 2010

Tips Jitu Online Aman Untuk Orang Tua dan Anak

Membiarkan anak-anak bermain di dunia maya tanpa pengawasan berarti membiarkan mereka menghadapi risiko kemanan yang membahayakan. Orang-orang jahat berkedok ‘teman baru’ di internet bisa membuat anak-anak terjebak skenario jahat mereka. Oleh karena itu simak tips-tips berikut, baik untuk orang tua maupun bagi anak-anak.

Untuk Orang Tua:

  • Jangan ragu-ragu untuk ikut terlibat main game dan memahami permainan-permainan yang ada. Anda bisa mencari tahu game yang atraktif serta tipe aktifitas macam apa yang dilakukan di sana.
  • Bicaralah pada anak Anda tentang tipe permainan (game) yang mereka mainkan dan apakah game tersebut termasuk dalam game online.
  • Tanyakan pada anak-anak dengan siapa mereka memainkannya dan apakah chatting menjadi bagian dari game tersebut.
  • Aturan pada cara aman berinternet tidak berbeda jauh dengan saat bermain game di internet. Ingatlah hal ini. Akrabkan diri Anda dengan aturan “SMART” dan dorong anak-anak serta remaja agar melakukannya dengan baik.


Untuk Anak-anak:

  • S – Safe (Aman). Jangan memberikan informassi pribadi saat kamu chatting atau memposting di online. Informasi pribadi ini termasuk alamat email, nomor telepon dan password.
  • M-Meeting (Pertemuan). Memutuskan untuk bertemu orang asing yang dikenal di jagad maya bisa menjadi aksi yang sangat berbahaya.
  • A – Accepting (Menerima). Menerima email, pesan-pesan singkat (IM), atau membuka file seperti foto dan text dari orang yang tidak kamu percaya bisa menggiringmu ke masalah semisal virus atau pesan tak senonoh.
  • R – Reliable (Terpercaya). Seseorang yang kamu kenal di online bisa saja bohong mengenai siapa diri mereka sebenarnya dan informasi di internet juga berpotensi palsu. Lakukan cek ulang dari situs lain, buku atau dari seseorang yang mengenalnya.
  • T – Tell (Ceritakan). Kamu merasa seseorang atau sesuatu di jagad maya mengganggumu dan mencemaskanmu? Jangan ragu-ragu untuk menceritakannya ke orang tuamu atau seseorang yang kamu percaya. Hal ini berlaku juga jika kamu tahu ada seseorang yang diolok-olok di internet.

Sumber: Telegraph

Do & Don’t, Aturan Facebook-an untuk Guru

Jejaring sosial, entah itu Facebook atau Twitter dan situs-situs lain seperti YouTube atau layanan Skype sangat akrab dengan anak muda. Bagi guru hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjalin hubungan baik dengan murid dan membantu mereka dalam mengerjakan tugas sekolah.

Akan tetapi harus diingat, tidak semua hal boleh dilakukan di Facebook. Ini untuk menghindari kejadian tidak mengenakkan dan agar hubungan guru-murid tetap terjaga. Berikut sejumlah tips yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh guru saat ber-Facebook ria.

Do:

  • Pisahkan halaman (page) Facebook pribadi Anda dengan halaman yang Anda buat sebagai seorang guru.
  • Jika murid Anda ingin berteman dengan Anda di Facebook, tempatkan di halaman guru.
  • Postinglah foto-foto tentang sekolah/pelajaran/perjalanan. Hal ini akan mengingatkan murid akan hal-hal yang terkait dengan sekolah.
  • Buat group untuk kelas yang Anda ajar. Dengan group tersebut, doronglah murid-murid untuk bertanya mengenai PR sekolah. Bantu mereka dengan mengadakan diskusi dan group wall. Identitas dan rasa memiliki sangat penting dalam proses belajar.
  • Pastikan group yang Anda buat tertutup, sehingga orang harus me-request dulu sebelum bergabung di group tersebut. Dengan langkah ini, Anda bisa memilih dengan bijak siapa-siapa saja yang boleh bergabung.
  • Bergabunglah dengan group-group lain yang terkait dengan sekolah. Hal ini bisa membuat Anda mengetahui apa yang diposting oleh para murid.
  • Postingan yang Anda buat sebaiknya bernilai positif.
  • Gunakan layanan status untuk menginformasikan para murid tentang kebijakan di sekolah.
  • Bermain game-game sederhana bersama para murid di Facebook bisa mempererat hubungan guru-murid.
  • Jika murid Anda ada yang berulang tahun, jangan segan-segan mengucapkannya di Facebook. Ini menunjukan kepedulian Anda.

Don’t:

  • Jangan ngobrol di FB chat untuk menghindari tuduhan yang tidak mengenakkan. Selain itu Anda tidak bisa menyimpan jejak chat yang Anda lakukan.
  • Jangan meng-add murid-murid Anda duluan.
  • Jangan mengirimkan pesan (message) pada mereka kecuali untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Pastikan semuanya terbuka dan bisa dibaca siapa saja. Jika mereka mengirimi Anda pesan di message, balas saja di wall.
  • Jangan melihat foto-foto murid-murid Anda kecuali profile picture. Jika Anda melihat foto yang tidak pantas dan melaporkannya maka hal ini akan merusak hubungan Anda dengan murid. Facebook bukanlah tempat untuk memonitor, dekati murid secara personal untuk memberitahukannya.
  • Jejaring sosial di sekolah bukan ajang untuk kritik. Dengan kehadiran Anda sebagai guru, usahakan untuk merepresntasikan kepemimpinan dan moral.

10 Kata-kata Bijak Tenangkan Anak Korban Cyberbully

Aksi pengolok-olokan, penghinaan atau pelecehan lewat internet (cyberbullying) tak bisa dipandang sebelah mata. Dampak yang terjadi pada si korban akan menuntun korban pada depresi, turunnya kepercayaan diri hingga bunuh diri.

Tidak semua anak mau terbuka melaporkan kejadian bullying, apakah mereka korban atau yang menyaksikan. Banyak anak berpikir bahwa jika mereka melaporkan aksi bullying kepada orang dewasa maka mereka tidak diperbolehkan memakai komputer atau ponsel lagi.

Jika anak Anda menjadi korban bullying atau cyberbullying, cobalah menerapkan beberapa tips berikut ini untuk membantu anak tetap survive. Andapun bisa mengatakan hal-hal berikut kepadanya..

1. Bukan salahmu. Jangan merasa dirimu bersalah karena sebenarnya kamu tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini.

2. Kamu tidak sendiri. Kamu bukanlah satu-satunya korban cyberbullying. Ternyata, masih banyak anak di luar sana yang mengalami hal serupa.

3. Jangan dipendam sendiri. Berbicaralah padaku, ceritakan apa yang terjadi siapa tahu aku bisa membantu. Mari kita sama-sama memberitahukan kejadian ini kepada pihak sekolah agar mereka menghentikannya. Memendam perasaan sakit tak akan memperbaiki keadaan. Jika tidak mau bicara dengan Anda, suruh anak bicaralah pada teman sekolahmu atau pihak sekolah.

4. Coba bicara dengan sahabat dekatmu. Terkadang, berbagi dengan orang lain bisa meringankan beban yang kita rasakan. Ungkapkan apa yang kamu rasakan pada temanmu dan pastikan ia menemanimu di saat-saat berat.

5. Jangan membalas dendam. Tak ada gunanya membalas dendam seberapa pun frustasi kamu dibuatnya. Perbuatan jahat hanya akan berbuntut pada hal jahat lainnya. Yakinkan saja pada dirimu bahwa kamu seorang yang kuat dan bisa membuat keadaan jadi lebih baik.

6. Ini bukanlah tentang kamu. Sebenarnya, pelaku cyberbullying adalah anak yang jauh dari kata happy dan percaya diri. Mereka mengolok-olok anak lain agar dirinya merasa lebih kuat karena sebetulnya dalam diri mereka tersimpan rasa tidak aman.

7. Kamu tak bisa mengontrol mereka. Jangan ambil pusing dengan berusaha mengontrol apa yang mereka lakukan, katakan atau pikirkan, karena hal itu tidaklah mungkin. Yang bisa kamu lakukan ialah mengontrol dirimu sendiri dengan pilihan sendiri.

8. Jangan ambil hati perkataan menyakitkan mereka. Kata-kata yang mereka ucapkan memang terasa menyebalkan, namun ingat itu hanyalah kata-kata, jangan terpengaruh. Sekali kamu mempercayai omongan sampah mereka, maka kamu sama saja dengan menyakiti dirimu sendiri, jangan teruskan.

9. Aktiflah di kegiatan luar sekolah. Kamu pasti punya ketertarikan di bidang tertentu kan? Jangan ragu-ragu untuk menuruti hasratmu dengan mengikuti kegiatan positif di luar sekolah sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri.

10. Jadilah teman yang jempolan. Bila kamu ingin punya teman yang bisa dipercaya, menghargai dirimu, menyemangati dan setia, maka mulailah dari dirimu sendiri. Jadilah sosok yang kamu harapkan ada di diri seorang teman, maka seseorang di luar sana akan menemukanmu dan memanggilmu kawan.

Sumber: Safetyweb

9 Tips Menjaga Anak-anak Tetap Aman di Dunia Maya

Sebuah kewajiban bagi orang tua untuk menjaga anak-anak dari bahaya yang mengintai baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sejumlah kiat di bawah ini ditujukan bagi pihak orang tua untuk menjaga si buah hati tetap jauh dari dampak buruk internet.

1. Masuklah ke dunia online mereka
Keterlibatan orang tua di kehidupan online anak-anak sangat penting apalagi mengingat anak-anak kini akrab dengan internet. Selayaknya Anda mengenal lingkup gerak mereka, pastikan juga Anda mengenal ‘taman bermain’ mereka yang lain. Pastikan mereka berselancar di dunia maya dengan aman.

2. Buatlah Aturan
Kebebasan yang tak ada batasnya dalam kegiatan online akan membawa dampak buruk bagi anak-anak. Akan lebih baik jika Anda membuat aturan mengenai lamanya waktu online dan situs-situs apa saja yang boleh atau tidak boleh mereka kunjungi. Anda bisa membicarakannya dulu dengan mereka, termasuk membicarakan mengenai konsekuensi jika mereka melanggar aturan tersebut. Pasang aturan itu di dekat komputer agar mereka selalu ingat.

3. Ajarkan Mereka Untuk Melindungi Privasi
Anak-anak tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi mengumbar informasi-informasi pribadi. Nah, tugas Anda-lah untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan seperti:

  • Jangan pernah memberikan nama, nomer telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa ijin Anda.
  • Jangan pernah membuka email dari orang yang tidak dikenal.
  • Jangan merespon pesan yang mengganggu.
  • Jangan bertemu dengan orang yang dikenal melalui internet.

4. Jangan Abaikan Lokasi
Alih-alih membiarkan anak Anda memakai komputer di kamar pribadi, tempatkanlah komputer di tempat umum. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memonitor penggunaannya.

5. Jadilah Sahabatnya
Anjurkan anak Anda untuk memberitahu Anda jika mereka menjumpai hal-hal yang membuatnya tak nyaman. Yakinkan dia bahwa Anda tidak akan berlebihan, menyalahkannya atau melarangnya berinternet ria.

6. Bekerjasama dengan ISP
Jika memungkinkan, bekerjasamalah dengan penyedia layanan internet (ISP) Anda. Biasanya mereka memiliki parental control gratis yang bisa membatasi pengaksesan anak-anak ke situs-situs tertentu. Software-software parental control juga banyak tersedia di internet secara gratis.

7. Maksimalkan Browser Anda
Apabila ISP Anda tidak memiliki kemampuan di atas, Anda masih memiliki opsi aman dalam berinternet di browser Anda. Misalnya jika Anda memakai Internet Explorer, program Content Advisor bisa Anda jumpai di Tools > Internet Options > Content. Ia akan menyaring bahasa, seks dan kekerasan yang ada di internet.

8. Setting Mesin Pencari Anda
Search engine (mesin pencari) seperti Google menawarkan penyaringan yang bisa diklik di Preferences/SafeSearch Filtering. Saat ia diaktifkan, ia mampu memblokir situs yang memuat konten seksual.

9. Kenali Situs yang Aman untuk Usianya
Anda bisa mencari situs-situs yang cocok untuk usia anak Anda dengan konten yang bervariasi seperti tentang film, musik, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

Sumber: Parenting

10 Video Game Berbahaya bagi Anak-anak (Bagian 1)

Tidak semua video game cocok untuk anak-anak. Dengan mengetahui game-game apa saja yang penuh kebrutalan, Anda sebagai orang tua / guru diminta untuk lebih mengontrol penggunaan permainan ini agar anak-anak tidak mengkonsumsi kekerasan demi kekerasan yang diumbar di dalamnya.

1. Medal of Honor
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Game ini berdasarkan kisah nyata, tentang perang di Afganistan. Namanya juga perang, dalam game ini disuguhkan pemandangan-pemandangan mengerikan seperti pembunuhan, mayat-mayat tentara yang berjatuhan hingga darah hasil tembakan yang dibalut dengan grafik yang hampir menyerupai aslinya. Terlalu banyak kekerasan untuk anak-anak di bawah usia.

2. Call of Duty: Black Ops
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC, Wii

Dengan settingan perang dingin 1960an, game ini ‘menugaskan’ pemainnya untuk melakukan operasi militer di sejumlah negara seperti Vietnam dan Hong Kong. Perkelahian yang brutal di wilayah urban maupun pedesaaan adalah hal yang ditonjolkan di sini. Darah yang membanjiri pakaian adalah pemandangan yang umum dalam game ini sehingga sangat tidak dianjurkan dimainkan oleh anak-anak. Permainan online berseri ini juga berisiko membuat pemain kecandungan dan terjerat dengan permainan yang berkesan tak ada habisnya.

3. Fallout: New Vegas
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Permainan ini memungkinkan pemain bebas menentukan pilihannya. Memilih dengan karakter mana mereka ingin berinterkasi, memilih dialog yang mungkin saja kasar atau berbau seksual, hingga memilih bagian tubuh mana yang ingin mereka tembak melalui gerak lambat. Dengan kelamnya pertarungan antar genk dalam game ini, jelas Fallout diperuntukkan bagi mereka yang sudah dewasa.

4. Castlevania: Lords of Shadow
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3

Game ini menyajikan darah di mana-mana. Pahlawan dalam game Castlevania adalah anggota dari persaudaraan prajurit suci yang menggunakan rantai cambuk berisi air suci untuk mencabik musuhnnya. Dalam game ini pemain juga akan menyaksikan wanita bertelanjang dada seperti dalam karakter fantasi.

5. Assassin’s Creed: Brotherhood
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Game yang terinspirasi dari kehidupan di Roma jaman dulu ini memungkinkan pemainnya untuk mempekerjakan karakter non-player sebagai pembunuh. Beberapa adegan kekerasan dalam game ini ialah saat pemain melempar kapak ke kepala musuh sehingga darah bercucuran. Adegan semacam ini dipadu dengan tema-tema dan obrolan khusus dewasa.

10 Video Game Berbahaya bagi Anak-anak (Bagian 2)


6. Dead Rising 2
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Pertarungan melawan zombie yang tidak dianjurkan bagi pemula atau anak-anak di bawah umur. Gergaji mesin yang dipakai untuk menghalau jasad-jasad yang berkeliaran di Vegas, ditambah dengan pemandangan wanita dan iklan Playboy yang vulgar. Belum lagi kebiasaan minum minuman keras si pahlawan guna mengembalikan staminanya.

7. Halo: Reach
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360

Lagi-lagi kekerasan. Franchise eksklusif yang dimainkan untuk Xbox ini merupakan pertarungan melawan alien. Pemain dituntut untuk memilih senjata favoritnya dan memakainya guna membunuh musuh yang menghadang. Kekerasan yang ada di  game ini masih ditambah dengan kata-kata kasar di dalamnya.

8. Naughty Bear
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3

Jangan terkecoh dengan nama dan ratingnya yang sebenarnya untuk Teen (remaja). Game ini menyuguhkan pembunuhan yang tak kalah kejinya. Naughty Bear adalah salah satu game terkejam di mana tokohnya menghabiskan waktu dengan membunuh teman-temannya dengan stik golf, menghantamkan kepala mereka di pintu mobil hingga menakut-nakuti mereka sampai mereka bunuh diri. Darah? Tentu saja ada di mana-mana.

9. Mafia II
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Terilhami dari film kriminal, Mafia II mengambarkan kehidupan gangster yang sangat kelam: keterlibatan mereka dengan obat-obatan serta alkohol ditambah dengan perlakuan buruk mereka terhadap wanita.

10. Kane and Lynch 2: Dog Days
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Mengetengahkan 2 pemain yang tanpa moral, game ini lekat dengan kekerasan sehingga menjadikan 2 karakternya cukup melegenda. Lynch ialah sosok psikopat sedang Kane ialah kriminal kelas kakap yang suka melanggar hukum. Kekekrasan mereka lakukan terhdap warga sipi hingga petugas polisi. Grafik yang memukau di sini hanya untuk menonjolkan intensitas pertumpahan darah yang terjadi.

Sumber: Parenting

Ingin Privasi di Internet Aman? Jangan Sepelekan Hal Ini

Privasi di internet adalah sesuatu yang penting dan tak boleh dianggap remeh. Akan tetapi tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga privasi di dunia maya. Berikut adalah hal-hal yang seringkali dianggap aman, namun sebenarnya tidak. Segera peringatkan anak-anak Anda setelah membaca daftar di bawah ini.

1. Membiarkan diri bisa dilacak di Facebook
Orang lain bisa mencari Anda di internet dan menemukan akun Facebook Anda sampai Anda memilih untuk keluar dari Public Search Results. Hal inipun berlaku untuk situs jejaring sosial. Bantu anak-anak mengeset privasi Facebook mereka.

2. Menyiarkan keberadaanmu
Saat ini banyak anak muda yang suka bermain dengan Twitter, Foursquare, Loopt, Google Buzz dan Facebook Place untuk ‘check in‘ dan memberitahu orang-orang mengenai keberadaan mereka. Saat mereka memakai program location-sharing, tidak hanya akan membuat rentan terhadap penjahat cyber namun aksi ini juga sama saja dengan memberikan segudang informasi personal kepada para pengiklan.

3. Tidak mengindahkan settingan YouTube Activity Sharing
Settingan di YouTube Activity Sharing memungkinkan pengguna untuk membatasi semua kegiatan di YouTube, termasuk tentang video yang kamu upload, hanya ke teman-teman dekatmu saja. Cek settingan di akun milik anak Anda dan pastikan privacy control-nya di-setting ke ‘only friends’. Dan ingat, apapun yang kamu/anak Anda upload berpotensi dilihat publik, jadi pastikan kamu/mereka memposting konten yang sehat.

4.Tidak pernah membicarakan tentang privasi online ke anak-anak
Semua yang diupload di internet bersifat publik. Sekali kita memposting sesuatu, maka konten tersebut akan bisa dilihat siapa saja, termasuk oleh orang asing. Nah bagi orangtua cobalah diskusi dengan anak tentang bagaimana menjaga privasi mereka.

5. Melalaikan kebijakan privasi
Ketika Anda mendaftar di sebuah situs atau hendak mendownload sebuah aplikasi, Anda diharuskan untuk menerima kebijakan perusahaan mengenai penggunaan informasi pribadi Anda. Meski banyak perusahaan yang mengatakan “kami tidak akan menjual informasi Anda”, namun bisa saja mereka mengingkarinya. Oleh karena itu, baca baik-baik kebijakan privasi yang mereka miliki.

6. Menggunakan nama asli sebagai username di dunia maya dan game online
Meskipun banyak situs anak-anak yang mengingatkan usernya untuk tidak memberikan informasi pribadi dan memiliki filter serta moderator untuk mencegah anak-anak mempostingnya, namun bukan berarti Anda tidak pernah mengingatkannya akan hal itu lagi. Anak-anak yang aktif di dunia maya mungkin saja punya avatar, game tags dan pengenal lainnya. Karena itu Anda harus berulang-ulang mengingatkannya tentang menjaga keamanan informasi pribadi.

7. Online terus
Hampir setiap layanan jejaring sosial memungkinkan Anda untuk mengungkapkan status Anda saat ini. IM (instant messaging) misalnya, memungkinkan penggunanya terlihat online oleh semua temannya saat sign in, sampai mereka memencet tombol invisible. Nah sebenarnya tidak perlu semua orang tahu kalau anak-anak Anda online terus-terusan. Orang yang perlu tahu bahwa anak-anak Anda online terus adalah Anda, orang tua mereka.

8. Membiarkan mereka sign-up tanpa menelisik lebih lanjut
Entah itu aplikasi baru, fitur program baru ataupun ringtone, pastikan Anda menelisik situs tersebut agar informasi yang anak Anda miliki tetap aman dan situs yang dikunjungi bukanlah situs berbahaya.

Sumber: Commonsensemedia

Postingan Populer