| NO | Bulan | Nama | Jenis Lomba | Prestasi | Penyelenggara | Tingkat |
| 1 | Januari | Syalbiah Ophi,
Nadya Cantika, Zahirah Soraya, Diva Sabrina |
Robot Soccer | Juara 2 | ITRC, Singapore | Internasional |
| 2 | Februari | Najwan | English Digital Presentation | Juara 1 | SMA Budhi Warman | Jabodetabek |
| 3 | Syahmi | Speech Contest | Juara 3 | SMA Budhi Warman | Jabodetabek | |
| 4 | Shakira Ibrahim | News Reader | Juara 3 | SMA Budhi Warman | Jabodetabek | |
| 5 | Maret | Maulana Fajar | Silat | Juara 1 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur |
| 6 | Sultan | Silat | Juara 2 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 7 | Salsabila | Silat | Juara 2 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 8 | Omar | Silat | Juara 2 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 9 | Anita | Silat | Juara 3 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 10 | Julian | Silat | Juara 3 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 11 | Fadhil | Silat | Juara 3 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 12 | Ramandha | Silat | Juara 3 | Padepokan Pencak Silat TMII | Kotamadya Jakarta Timur | |
| 13 | April | Farhan Herianto | Climbing | Juara 2 | Dinas Pemuda dan Olahraga DKI | Provinsi |
| 14 | Farhan Herianto | Climbing | Juara 2 | Kampus PKP | Jabodetabek | |
| 15 | Reni Ariyanti | Guru Berprestasi | Juara 3 | Kampus PKP | Yayasan | |
| 16 | Syalbiah Ophi | Siswa Berprestasi | Juara 3 | Kampus PKP | Yayasan | |
| 17 | Athiya Azzahra | Siswa Berprestasi | Harapan 2 | Kampus PKP | Yayasan | |
| 18 | Syahmi | Story Telling | Juara 1 | MGMP Bahasa YPKP | Yayasan | |
| 19 | Athiya | Story Telling | Juara 2 | MGMP Bahasa YPKP | Yayasan | |
| 20 | Najwan | Story Telling | Juara 3 | MGMP Bahasa YPKP | Yayasan |
Senin, 20 April 2015
Prestasi MTs PKP Jakarta Islamic School Periode Januari-April 2015
Kamis, 16 April 2015
English Club MTs PKP Jakarta Islamic School 2015
Alhamdulilllah Ekskul English Club tahun ini berjalan sesuai rencana,
kegiatan ekskul ini diadakan setiap hari jumat pukul 15.10 sd 16.10,
demikian menurut Bapak Murodi, Pembina sekaligus pembimbing English
Club. Peserta pada tahun 2014-2015 ini berjumlah 15 siswa-siswi dengan 2
orang pembimbing, Bapak Murodi yang biasa dipanggil Mr Brian didampingi
oleh Ibu Iin Sofiani, biasa dipanggil Miss Iin.

kanan-kiri, Bapak Murodi aka Mr Brian dan Athiya Azzahra, Juara Story Telling dan Siswa Berprestasi 2015
Cara belajar pada kegiatan English Club ini, diutarakan oleh Bapak Murodi dengan metode belajar yang berbeda dalam setiap pertemuannya, contohnya; cara membaca, melatih kepercayaan diri, gerak tubuh, dan permainan seperti scrabble.

kiri-kanan syahmi, juara 1 story telling dan juara 3 speech contest di kampus PKP dan SMA Budhi Warman bersama Athiya dan Bapak Murodi
Pada tahun 2015 ini, English Club berhasil mendapatkan prestasi dalam 2 Ajang lomba bahasa Inggris dengan mendapatkan 6 Piala diantara
English Competition, SMA Budhi Warman
1. Juara 1 Digital Presentation atas nama Najwan kelas 7D
2. Juara 3 News Reader atas nama Chamidah kelas 7C
3. Juara 3 Speech Contest atas nama Syahmi kelas 8C

English Competition Bulan Bahasa, Kampus PKP JIS
4. Juara 1 Story Telling atas nama Syahmi Kelas 8C
5. Juara 2 English atas nama Athiya Azzahra kelas 8B
6. Juara 3 Story Telling atas nama Najwan kelas 7C
Pembuatan media pembelajaran berbasis TIK pada materi Bahasa Inggris telah dibuat oleh Miss Iin, beberapa diantaranya telah di upload ke youtube dan telah disaksikan oleh puluhan ribu orang.
http://www.youtube.com/watch?v=ERUEdR19tiQ
http://www.youtube.com/watch?v=7kL-o5iIs9w
http://www.youtube.com/watch?v=iUBaOpqO6sQ
http://www.youtube.com/watch?v=EU_7vvIyNuE
Semoga dengan ketekunan peserta ekskul englih club dan kreativitas pembimbing dalam menyiapkan materi belajar dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan berbahasa Inggris dan tentunya memjadi percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan nyata.
Terakhir semoga ilmu yang didapatkan dapat bermamfaat bagi ummat.

kanan-kiri, Bapak Murodi aka Mr Brian dan Athiya Azzahra, Juara Story Telling dan Siswa Berprestasi 2015
Cara belajar pada kegiatan English Club ini, diutarakan oleh Bapak Murodi dengan metode belajar yang berbeda dalam setiap pertemuannya, contohnya; cara membaca, melatih kepercayaan diri, gerak tubuh, dan permainan seperti scrabble.

kiri-kanan syahmi, juara 1 story telling dan juara 3 speech contest di kampus PKP dan SMA Budhi Warman bersama Athiya dan Bapak Murodi
Pada tahun 2015 ini, English Club berhasil mendapatkan prestasi dalam 2 Ajang lomba bahasa Inggris dengan mendapatkan 6 Piala diantara
English Competition, SMA Budhi Warman
1. Juara 1 Digital Presentation atas nama Najwan kelas 7D
2. Juara 3 News Reader atas nama Chamidah kelas 7C
3. Juara 3 Speech Contest atas nama Syahmi kelas 8C

English Competition Bulan Bahasa, Kampus PKP JIS
4. Juara 1 Story Telling atas nama Syahmi Kelas 8C
5. Juara 2 English atas nama Athiya Azzahra kelas 8B
6. Juara 3 Story Telling atas nama Najwan kelas 7C
Pembuatan media pembelajaran berbasis TIK pada materi Bahasa Inggris telah dibuat oleh Miss Iin, beberapa diantaranya telah di upload ke youtube dan telah disaksikan oleh puluhan ribu orang.
http://www.youtube.com/watch?v=ERUEdR19tiQ
http://www.youtube.com/watch?v=7kL-o5iIs9w
http://www.youtube.com/watch?v=iUBaOpqO6sQ
http://www.youtube.com/watch?v=EU_7vvIyNuE
Semoga dengan ketekunan peserta ekskul englih club dan kreativitas pembimbing dalam menyiapkan materi belajar dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan berbahasa Inggris dan tentunya memjadi percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan nyata.
Terakhir semoga ilmu yang didapatkan dapat bermamfaat bagi ummat.
Sabtu, 11 April 2015
Pesan dan Kesan Acara ANIMASI MTs PKP, April 2015

Pesan dan Kesan Adib Surya Kadami dari MTs 22, Peserta lomba Futsal ANIMASI, sebagai berikut:
"Acaranya sih bagus, menarik. Suasana PKP juga bagus, cewe-cewe MTs PKP Jakarta Islamic School juga bagus."
Pesan dan Kesan Bapak Bayu Septian Nurhadi Ketua Panitia ANIMASI 2015, sebagai berikut:
"Salam Semangat"
Pesan dan Kesan Maira, Penonton ANIMASI dari SMPN 184 Jakarta, sebagai berikut:
"Acara tersusun dengan baik, terorganisasi dengan baik lalu panitianya juga cepat tangkap."
Pesan dan Kesan Syalbiah Ophi Narishta Ketua OSIS MTs PKP 2014-2015. sebagai berikut:
"Alhamdulillah acara ini berjalan sesuai keinginan, walaupun masih ada kekurangan tetapi bisa ditutupi oleh semangat para panitia"
"Semoga acara ini dapat terlaksana dengan baik sampai puncak acara dan saya berharap semua panitia dan peserta dapat berpartisipasi pada acara ini. semoga acara ini dapat berlanjut pada tahun yang akan datang"
Pesan dan Kesan Rabin Mukhtar, Mantan Ketua OSIS MTs Periode 2013-2014, sebagai berikut:
"Anak OSIS supaya lebih fokus kepada tugas kepanitiaan yang telah diberikan dan diharapkan tugas itu jangan sampai dilalaikan"
Pesan dan Kesan Bapak Sofyan Aprilandika Guru Olahraga MTs PKP sebagai berikut:
"Semoga kegiatan ANIMASI dapat berjalan setiap tahunnya"
Alhamdulillah rangkaian acara Milad MTs PKP telah dimulai pada tanggal 10 April 2015. Lomba futsal, marawis, robotik, kaligrafi sebagai Ajang Kreasi Seni Islami atau disebut ANIMASI semoga berjalan lancar dan sukses.
Khotmil Quran MTs PKP Jakarta Islamic School
Khotmil Quran MTs PKP, Sabtu 11 April 2015. Dilanjutkan dengan kegiatan Muhasabah dalam rangka persiapan Ujian Nasional Kelas 9 tahun pelajaran 2014-2015.




Jumat, 10 April 2015
Kamis, 09 April 2015
Ahok Ingin Ada Sekolah Umum Didik Siswanya ala Pesantren
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendukung agar siswa sekolah umum di Jakarta dapat dilatih seperti anak yang tinggal di pesantren. Hal ini dikatakan Basuki seusai meresmikan Gedung STIKES dan GOR Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP), di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2015).
Ahok, sapaan Basuki, mendukung sistem belajar di yayasan PKP. Sebab, visi dan misi sekolah itu, kata dia, sejalan dengan program pendidikan di Jakarta. Sekolah yang termasuk pelat merah ini memiliki fasilitas lengkap, termasuk asrama.

"Kami pengin ada sekolah umum, tetapi anak-anak itu dilatih seperti anak pesantren. Ini cocok dengan program Jakarta," kata Basuki.
Dengan menampung siswa di asrama, seperti pesantren, hal tersebut, menurut dia, dapat menghindarkan anak dari pengaruh negatif lingkungan.
"Kalau dia tinggal di lingkungan yang kumuh, lingkungan yang biasa buang sampah, biasa lihat orang merokok, ini dia jadi (ikut) kebiasaan. Anak itu terbentuk karena lingkungan. Kalau kamu biasa lihat orang judi, kamu semua akan jadi biasa judi," ujar Ahok.
Menurut dia, pola belajar siswa yang tinggal di asrama, seperti pesantren, lebih baik ketimbang di rumah. Kadang, kondisi rumah dan lingkungan mengganggu belajar anak. Hal ini yang kerap dialami orang dengan kondisi ekonomi tidak mampu.
"Jadi bisa bayangin kalau kamu tinggal di rumah yang sempit, bagaimana kamu punya waktu belajar yang baik. Kita enggak mungkin memperbaiki rumah begitu banyak, belum lagi (masalah) transportasi (ke sekolah)," ucap dia.
Ahok optimistis, gaya pendidikan model pesantren dapat mendidik dan mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik.
"Kami harapkan, kita bisa mencetak anak pintar di sini, dilengkapi dengan ilmu yang benar, yang Islam, yang rahmat lil alamin hidayah, tentu akan mengubah konsep Indonesia," kata dia.
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/08/15524961/Ahok.Kita.Pengen.Ada.Sekolah.Umum.tetapi.Muridnya.Dilatih.seperti.Anak.Pesantren
Ahok, sapaan Basuki, mendukung sistem belajar di yayasan PKP. Sebab, visi dan misi sekolah itu, kata dia, sejalan dengan program pendidikan di Jakarta. Sekolah yang termasuk pelat merah ini memiliki fasilitas lengkap, termasuk asrama.
"Kami pengin ada sekolah umum, tetapi anak-anak itu dilatih seperti anak pesantren. Ini cocok dengan program Jakarta," kata Basuki.
Dengan menampung siswa di asrama, seperti pesantren, hal tersebut, menurut dia, dapat menghindarkan anak dari pengaruh negatif lingkungan.
"Kalau dia tinggal di lingkungan yang kumuh, lingkungan yang biasa buang sampah, biasa lihat orang merokok, ini dia jadi (ikut) kebiasaan. Anak itu terbentuk karena lingkungan. Kalau kamu biasa lihat orang judi, kamu semua akan jadi biasa judi," ujar Ahok.
Menurut dia, pola belajar siswa yang tinggal di asrama, seperti pesantren, lebih baik ketimbang di rumah. Kadang, kondisi rumah dan lingkungan mengganggu belajar anak. Hal ini yang kerap dialami orang dengan kondisi ekonomi tidak mampu.
"Jadi bisa bayangin kalau kamu tinggal di rumah yang sempit, bagaimana kamu punya waktu belajar yang baik. Kita enggak mungkin memperbaiki rumah begitu banyak, belum lagi (masalah) transportasi (ke sekolah)," ucap dia.
Ahok optimistis, gaya pendidikan model pesantren dapat mendidik dan mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik.
"Kami harapkan, kita bisa mencetak anak pintar di sini, dilengkapi dengan ilmu yang benar, yang Islam, yang rahmat lil alamin hidayah, tentu akan mengubah konsep Indonesia," kata dia.
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/08/15524961/Ahok.Kita.Pengen.Ada.Sekolah.Umum.tetapi.Muridnya.Dilatih.seperti.Anak.Pesantren
Gubernur Ahok Bangun Pesantren
Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama segera membangun pondok pesantren di Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP), Jakarta Timur.
"Kami mencanangkan membangun asrama dengan kapasitas 2.000 siswa. Tanah di sini ada sekitar 18 hektar dan milik Pemprov DKI. Bisa dibilang ini asrama pelat merah," kata Ahok kala menghadiri peresmian GOR dan peletakan batu pertama asrama di Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP), Kamis (8/4/2015).

"Kami mencanangkan membangun asrama dengan kapasitas 2.000 siswa. Tanah di sini ada sekitar 18 hektar dan milik Pemprov DKI. Bisa dibilang ini asrama pelat merah," kata Ahok kala menghadiri peresmian GOR dan peletakan batu pertama asrama di Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP), Kamis (8/4/2015).
Dia memaparkan alasan pentingnya membangun asrama siswa karena ada persoalan soal asrama dan pesatren di DKI Jakarta saat ini.
Pasalnya, Ahok mencatat banyak santri atau siswa yang tinggal di asrama justru datang dari keluarga yang mampu. Padahal sekolah seperti ini bisa menolong warga tak mampu.
"Siswa harus punya ruang yang baik untuk belajar, bukan di rumah yang sepetak ditinggali banyak anggota keluarga." Apalagi, tanah di Jakarta terbatas sehingga tak mungkin Pemerintah Provinsi membangun rumah dalam jumlah besar.
"Jalan keluarnya dengan membangun asrama atau pesantren. Kita berharap bisa mencetak anak-anak yang pintar di sini dilengkapi dengan ilmu islam yang rahmatan lil alamin akan mengubah indonesia," katanya.
Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) A.M. Fatwa mengatakan kawasan pendidikan ini merupakan peninggalan Mantan Gubernur DKI Ali Sadikin.
"Kawasan PKP ini dibangun pada 1972 kala itu Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggara event MTQ nasional. Kami senang kalau Pemprov DKI mau berkontribusi membangun pondok pesantren," katanya.
http://jakarta.bisnis.com/read/20150408/382/420455/gubernur-ahok-bangun-pesantren
Ahok: Pendidikan di Jakarta Cocoknya Sistem Pesantren
VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta setara model sekolah asrama. Ia menilai, sekolah asrama bisa mendidik anak dan memiliki ruang belajar yang lebih baik.
"Ini visinya jelas. Kami ingin ada sekolah umum, tapi anaknya dilatih seperti anak pesantren. Ini cocok dengan program Jakarta. Jadi kita mau siapkan anak-anak di Jakarta agar seperti itu," kata Ahok dalam peletakan batu pertama pembangunan asrama siswa Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) di Jalan Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 8 April 2015.
Dengan dibangunnya asrama siswa ini, Ahok berharap anak-anak bisa tinggal dengan sistem pendidikan yang jelas dan teratur. Bahkan, melalui asrama ini bisa mengubah perilaku para siswa menjadi lebih baik.
"Kita berharap bisa mencetak anak-anak yang pintar di sini, dilengkapi dengan ilmu dan akhlak yang benar, yang Islam rahmatan lil alamin," ujar Ahok.
Saat ini, kata Ahok, di Jakarta ada 40 persen anak usia 16-18 tahun tidak sekolah karena malas. Selain itu, kendala tranportasi dan lingkungan rumah yang tidak mendukung juga menjadi alasan.
"Kalau kamu punya rumah yang sempit, bagaimana kamu punya waktu belajar yang baik. Kita tidak mungkin memperbaiki rumah yang banyak, Belum lagi transportasi. Kadang-kadang nurani kan dibentuk dengan kebiasaan lingkungan," Ahok menjelaskan.
Asrama siswa ini mampu menampung hingga 2.000 siswa. "Ini sebenarnya yang bangun yayasan pelat merah (milik pemerintah). Pembangunan asrama akan dibangun dinas perumahan, semua dana APBD," ujar Ahok.
Sementara itu, anggota DPD DKI Jakarta, AM Fatwa, sekaligus pendiri yayasan PKP yang turut hadir mengatakan, tanah seluas 18 hektare itu merupakan peninggalan monumental saat DKI Jakarta menjadi tuan rumah MTQ tahun 1972.
"Jadi dimulai dari Gubernur Ali Sadikin, menunjuk bangunan seluas 18 hektare ini sebagai peninggalan monumental MTQ nasional tahun 1972 itu. Pak Ali Sadikin punya ide yaitu dinamisasi madrasah, jadi jangan madrasah itu kolot, lalu dikembangkan oleh pak Ali Sadikin," kata AM Fatwa. (ase)
Dengan dibangunnya asrama siswa ini, Ahok berharap anak-anak bisa tinggal dengan sistem pendidikan yang jelas dan teratur. Bahkan, melalui asrama ini bisa mengubah perilaku para siswa menjadi lebih baik.
"Kita berharap bisa mencetak anak-anak yang pintar di sini, dilengkapi dengan ilmu dan akhlak yang benar, yang Islam rahmatan lil alamin," ujar Ahok.
Saat ini, kata Ahok, di Jakarta ada 40 persen anak usia 16-18 tahun tidak sekolah karena malas. Selain itu, kendala tranportasi dan lingkungan rumah yang tidak mendukung juga menjadi alasan.
"Kalau kamu punya rumah yang sempit, bagaimana kamu punya waktu belajar yang baik. Kita tidak mungkin memperbaiki rumah yang banyak, Belum lagi transportasi. Kadang-kadang nurani kan dibentuk dengan kebiasaan lingkungan," Ahok menjelaskan.
Asrama siswa ini mampu menampung hingga 2.000 siswa. "Ini sebenarnya yang bangun yayasan pelat merah (milik pemerintah). Pembangunan asrama akan dibangun dinas perumahan, semua dana APBD," ujar Ahok.
Sementara itu, anggota DPD DKI Jakarta, AM Fatwa, sekaligus pendiri yayasan PKP yang turut hadir mengatakan, tanah seluas 18 hektare itu merupakan peninggalan monumental saat DKI Jakarta menjadi tuan rumah MTQ tahun 1972.
"Jadi dimulai dari Gubernur Ali Sadikin, menunjuk bangunan seluas 18 hektare ini sebagai peninggalan monumental MTQ nasional tahun 1972 itu. Pak Ali Sadikin punya ide yaitu dinamisasi madrasah, jadi jangan madrasah itu kolot, lalu dikembangkan oleh pak Ali Sadikin," kata AM Fatwa. (ase)
http://metro.news.viva.co.id/news/read/611342-ahok--pendidikan-di-jakarta-cocoknya-sistem-pesantren#xtor=AL-19
Ahok Resmikan Sekolah Bernuansa Islami PKP Jakarta Islamic School
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengembangkan lahan berpotensi di Pondok Karya Pembangunan (PKP), Ciracas, Jakarta Timur. Lahan milik Pemprov dengan luas 18 hektare dikembangkan dengan membangun Gelanggang Olahraga (GOR) dan juga membangun asrama.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama datang untuk meresmikan GOR PKP dan membangun asrama untuk para siswa. PKP dulunya telah dibangun berkat perjuangan mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin.
“Kita bukan hanya meresmikan GOR, tapi kita juga mencanangkan membangun asrama dengan kapasitas 2000 siswa. Kalau ditanya kenapa ini penting, yang saya lihat ada sedikit persoalan,” kata Basuki, Rabu (8/4).
Menurutnya asrama di DKI banyak berasal siswa dari keluarga mampu. Padahal sekolah seperti ini dapat menolong warga yang tidak mampu.
Ia mengatakan, siswa memiliki ruang yang baik untuk belajar. Bukan seperti di rumah yang sepetak ditinggali banyak anggota keluarga. Tujuan pembangunan asrama untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.
“Sekolah-sekolah seperti ini bukan hanya mendidik siswa jadi pintar, tapi juga mempersiapkan siswa untuk mengerti dan mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Ketika dunia begitu kacau, ke depan kita harus menyiapkan siswa yg berakhlak,” papar Ahok sapaan akrab Basuki.
PKP DKI Jakarta terdiri dari sekolah berjenjang dengan pendidikan bernuansa Islami. PKP juga disiapkan untuk menyiapkan generasi muda yang berakhlak Islam. Adapun PKP DKI merupakan Proyek Monumental MTQ Nasional ke V pada1972 yang didukung penuh oleh Ali Sadikin.
“Kita optimis karena ini didirikan dengan ambisi yang jelas. Ali Sadikin dan AM Fatwa visinya jelas. Kita pengen ada sekolah umum tapi anak-anaknya dilatih seperti anak pesantren. Ini cocok dengan program Jakarta,” kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Jumat, 27 Maret 2015
Kata-kata Bijak, Ustadz Amin Ustadzi -Kepala MTs PKP-
Ingat 2 (dua) hal, Lupakan 2 (dua) hal;
Ingat kebaikan orang,
Ingat keburukan diri sendiri.
Lupakan keburukan orang,
Lupakan kebaikan diri sendiri
Ingat kebaikan orang,
Ingat keburukan diri sendiri.
Lupakan keburukan orang,
Lupakan kebaikan diri sendiri
Jaya PKP-ku
Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima..
Akh!
Banyak sekali cerita yang kutorehkan dalam kehidupanku di lembaga tercinta
Rintik hujan dan terik panas sangat sering kulewati
Bekerja dan menimba di lautan samudera keindahan
Dengan rahmat dan ridho Tuhan selalu dalam hati
Aku maju bersamamu, aku mencetak sukses denganmu
Serta kuiringi langkahku dengan doa senantiasa kepada Allah
Shalawat yang tak pernah putus pada Nabi-ku selalu kau ingatkan
Kini, 38 tahun usiamu
Ribuan prestasi telah kau dapatkan
Sumber daya manusia berkualitas yang kau lahirkan
Dan ribuan kisah yang telah tersimpan
PKP-ku.....
Harapanku sukses membawa namamu
Menyertakanmu disetiap prestasi-prestasi yang kudapatkan
Membawa namamu lebih harum dan lebih indah ke dunia luas
Menuliskan cerita-cerita hebat tentang kekokohanmu suatu saat nanti
Jaya lah PKP-ku
Jaya lah PKP-ku
Workshop Robotic MTs PKP
MTs PKP mengadakan Workshop Robotic di Aula Al-Kautsar PKP(24/3/2014). Sasaran kegiatan ini adalah para siswa SD/MI di Kecamatan Ciracas. Materi workshop adalah tentang robot dan bagaimana cara memprogram robot. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatanyang dibuka Kepala MTs PKP, Amin Ustadzi, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa bangganya terhadap MTs PKP karena dapat mengadakan acara yang sangat luar biasa dan bermanfaat bagi generasi muda yang akan datang.
Kegiatan berlangsung dengan cukup meriah. Pada akhir acara, para peserta mendapat robot yang terpisah dari kerangka dan peserta ditugaskan untuk menyusun robot tersebut dibantu oleh pengarah robot. Robot yang sudah terpasang dengan susuan yang benar akan diikutsertakan pada lomba adu balap robot. Robot siapa yang tercepat sampai pada garis finish dengan waktu yang telah ditentukan itulah pemenangnya. Pemenang perlombaan adalah siswa MI PKP.
Selesai lomba, para pengarah robot memberikan penjelasan detail acara lomba. Para peserta antusias mendengarkannya. Semoga acara ini bermanfaat bagi siswa/i dan peserta dapat menciptakan robot-robot yang bermanfaat bagi kehidupan. (Zaifa)
Nazar Cinta.
Oleh: Serli Kartika Sari
Seorang gadis manis, alim, dengan hidung mancung, alis tebal, tidak kurus ataupun gemuk, wajah yang mirip orang arab, dan lesung pipit yang menghiasi wajahnya saat ia tersenyum. Dia bernama Marsha Novanda. Seorang alumni dari suatu pondok pesantren modern di daerah Sukabumi, seorang gadis yang aktif, berjiwa pemimpin, kreatif, pemberani, optimis dan kritis
Tekad yang kuat untuk tidak pacaran sampai ia lulus SMA. Ia sering menyebut ini adalah nazar (janji) dia dengan Allah SWT. Awalnya, nazar ini ditunjukan untuk kakak-kakaknya saat dia menduduki kelas 9. Namun, seiring berjalannya waktu ia mulai sadar bahwa kakak-kakaknya itu hanya menjadikannya pelampiasan. Dari situ ia merubah niat nazar dia menjadi “karena Allah.” Suatu janji yang sulit dipercaya, namun ini adalah suatu janji yang sangat baik bagi dia menjauhi maksiat, dan dia bisa tetap fokus untuk mengejar mimpi-mimpinya
Nazar yang ia janjikan kepada Allah juga memiliki konsekuensi yaitu jika dia melanggar maka hubungan dia dan pacarnya akan mudah berakhir. Dan ini memang sudah terjadi, saat dia kelas 9. Dia hanya pacaran selama 3 minggu. Namun pacaran mereka hanya seminggu. Dua minggunya hanya sekedar di sosmed. Pada akhirnya, mereka putus dengan alasan yang tidak jelas. Setelah dia putus dengan pacarnya, tidak lama berbagai macam laki-laki mendekatinya. Namun, dia tetap teguh untuk terus berusaha agar nazarnya terus berjalan.
Masa SMP kini telah berhasil dia lewati. Dan sekarang dia menempuh jalan baru dengan bersekolah di SMK 2 PKP JIS. Dan Marsha adalah salah satu murid kelas X Analis Kesehatan. Sekolah dengan mayoritas laki-laki menjadi suatu tantangan tersendiri baginya. Bayangkan saja, satu sekolah hanya 9 orang murid perempuan. Namun, dari sekolah ini dia memiliki sebuah cerita yang menjadi suatu pertanyaan besar yaitu “apakah nazar dia akan terus berjalan atau berakhir di tengah jalan?”
Laki-laki tinggi, kurus, berhidung mancung, berkulit langsat, berwajah bersih dan tampan. Seorang laki-laki yang berhasil membuat Marsha mencoba bertahan untuk terus menjaga perasaan untuknya. Dia adalah Livaldi Wangsadilaga. Biasa disapa Valdi, siswa SMK 2 kelas X TKR (teknik kendaraan ringan). Bagaimana tidak Marsha ingin terus menjaga perasaanya ke Valdi? Tentu saja karena baru kali ini dia menemui laki-laki yang memiliki tekad untuk tetap bertahan tidak pacaran demi satu perempuan. Ejekan teman-temannya sering sekali dia dengar. Dan terkadang mereka bilang untuk mencari perempuan yang lain daripada harus menunggu tiga tahun hanya untuk satuprempuan. Namun, segala omongaan itu hanya dia anggap angin lewat. Dan dia terus memberikan bukti agar teman-teman dia tahu bahwa dia akan terus maju untuk mendapatkan Marsha .
Memberikan bukti untuk meyakinkan Marsha dengan berusah belajar mengaji dengan serius -- suatu syarat utama yang harus Valdi lakukan demi menjadi seorang yang sangat berharga baginya. Ternyata, Valdi berhasil melakukannya walaupun dia belum terlalu lancer, namun usaha dia sering kali membuat Marsha tersenyum bahagia karena kerja keras Valdi demi mendapatkan hatinya .
Niat baik yang dapat membuat Valdi memiliki alasan yang kuat untuk tetap menunggu Marsha. Bagi Valdi, dengan adanya Marsha dia lebih bersemangat untuk terus berusaha menjadi lebih baik. Valdi juga merasa tidak terkekang oleh Marsha, karena Marsha tidak pernah melarang dia terlalu jauh. Dia hanya meminta Valdi untuk salat lima waktu sehari semalam.
Dalam perjalanan mempertahankan perasaan mereka, pasti ada perasaan takut. Walaupun demikian, mereka terus berusaha yakin dan terus berdoa bahwa mereka pasti berhasil untuk sampai pada saatnya mereka berdua bersama. Ada berbagai ujian yang harus mereka hadapi, bujukan-bujukan,hinaan, dan ejekan orang lain tentang mereka.
Bagi Marsha saat ini adalah ujian yang berat untuk mempertahankan nazar dengan banyaknya ucapan orang lain yang terkadang membuat dia berfikir untuk membatalkan nazar. Seperti suatu saat Marsha meminta Valdi untuk adzan di masjid. Jika dia berhasil, maka Marsha harus siap membatalkan nazar yang telah berjalan satu tahun. Namun, ternyata Allah berkendak lain, merubah cara berfikir Marsha tentang pernyataan tadi .
Suatu kesabaran yang telah membuat Marsha sadar bahwa nazar ini harus terus berjalan. Dan Valdi mengerti. Valdi berusaha untuk membujuk Marsha untuk tetap menjalankan nazar tersebut dan dia juga tidak mau Marsha menyesal suatu saat nanti karena telah melanggar janjinya sendiri.
Suatu perjalanan yang sangat panjang bagi mereka untuk tetap bertahan menjaga perasaan satu sama lain selama tiga tahun. Semakin banyak ujian yang mereka terima, semakin memperkuat mereka berusaha untuk saling mengerti,memberi semangat, dan saling menjaga. Berbagai perjuangan yang sering mereka berikan satu sama lain, walaupun seperti itu terkadang ada saja yang menjadi orang ketiga yang ingin mereka berdua menyerah. Namun sayangnya,usaha orang ketiga ini sering kali gagal karena dengan adanya orang ketiga ini malah membuat mereka saling mengerti, dan lebih ingin terus berusaha untuk tetap menjaga dan menjalankan janji mereka masing-masing. Valdi menunggu Marsha sampai lulus SMK.
Suatu ujian yang seimbang untuk mereka melatih kesetiaan dankesabaran. Mereka, memperjuangan sesuatu yang mereka impikan. Dan insyaAllah, mereka akan mendapatkan apa yang mereka niatkan. Semoga mereka bisa terus memperjuangkan cinta mereka dengan ridho Allah SWT. Aamiin
Di Batas Mimpi
Karya: M. Panji Aryo
Malam sunyi ini
Tak jua menyepi
Kaulah rinduku
Tak kunjung berhenti
Menanti matahari fajar
Agar rasa ini
Tak larut terluka dalam
Raga ingin meraih
Tetapi hati tak kunjung dapat
Hanya di batas mimpi
Kau terbayang
Syarat Untuk Mengirimkan Tulisan Berita JISchool
Syarat dan Ketentuan :
1. Warga Kampus PKP DKI Jakarta yaitu siswa/i, guru maupun karyawan.
2. Tulisan berupa kegiatan yang berada di satuan pendidikan PKP, cerpen, puisi, artikel kesehatan, teknologi, resensi buku atau film dan lain sebagainya.
3. Tulisan di kirim dalam format .word beserta foto dalam format .jpeg melalui email ke majalahjischool@yahoo.co.id atau datang langsung ke sekretariat JISchool.
4. Tulisan yang sudah masuk ke dalam redaksi akan di sortir dan menjadi hak milik JISchool.
5. Bagi penulis siswa yang berminat menjadi reporter JISchool dari satuan pendidikan MTs, SMA, SMK 1 dan SMK 2 dapat menghubungi pembimbing JISchool. Untuk MTs Atjih, S.Pd., SMA Urip Widodo, S.Pd., SMK 1 Dra. Suniasih, M.Pd., dan untuk SMK 2 Siti Nurjanah, S.Pi.
6. Menghubungi contact person yang tersedia untuk konfrimasi tulisan yang telah di kirim atau dapat mencantumkan nama beserta nomor yang dapat di hubungi.
7. Info lebih lanjut hubungi Annisa di 08561886610/082114159640, Pin : 74ab17c8, Line : annisaauliani6, Fb : Annisa Auliani, Twitter : @annisa_auliani
1. Warga Kampus PKP DKI Jakarta yaitu siswa/i, guru maupun karyawan.
2. Tulisan berupa kegiatan yang berada di satuan pendidikan PKP, cerpen, puisi, artikel kesehatan, teknologi, resensi buku atau film dan lain sebagainya.
3. Tulisan di kirim dalam format .word beserta foto dalam format .jpeg melalui email ke majalahjischool@yahoo.co.id atau datang langsung ke sekretariat JISchool.
4. Tulisan yang sudah masuk ke dalam redaksi akan di sortir dan menjadi hak milik JISchool.
5. Bagi penulis siswa yang berminat menjadi reporter JISchool dari satuan pendidikan MTs, SMA, SMK 1 dan SMK 2 dapat menghubungi pembimbing JISchool. Untuk MTs Atjih, S.Pd., SMA Urip Widodo, S.Pd., SMK 1 Dra. Suniasih, M.Pd., dan untuk SMK 2 Siti Nurjanah, S.Pi.
6. Menghubungi contact person yang tersedia untuk konfrimasi tulisan yang telah di kirim atau dapat mencantumkan nama beserta nomor yang dapat di hubungi.
7. Info lebih lanjut hubungi Annisa di 08561886610/082114159640, Pin : 74ab17c8, Line : annisaauliani6, Fb : Annisa Auliani, Twitter : @annisa_auliani
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Populer
-
Siapa Guru Favoritmu ? Bpk Nanang 1 Bpk Soimun 10 Bpk Amin 1 Bpk Anatta 15 Bpk Eko 16 Bpk Masykur 1 Bpk Suheli 3...
-
saat ini friendster bukan saja menjadi web jaringan sosial tetapi blog versi friendster udah keren banget... tampaknya fs telah bekerja sam...
-
Langkah kakimu melangkah beranjak Bekali pelindung diri saat mentari belum nampak Menatap mereka yang terbaring, menghampiri Lambai...
-
Siapa Guru Favoritmu (wanita)? Ibu Euis S 14 Ibu Atjih 3 Ibu Euis M 2 Ibu Iin 19 Ibu Kiki 11 Ibu Reni 1 Ibu Sulastri...
-
tulis langkah membuat friendster, menambah teman, menggunakan google earth dalam bahasa inggris
-
Formulir : Rp 165.000 Uang pangkal : Rp 4.500.000 Biaya perlengkapan : 2.437.000 SPP Juli 2019 : 420.000 Total : Rp 9.087.000






